Anger Management #2

Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.- Pengkhotbah 7:9
4. Kembangkan sense humor.
Meski kemarahan selalu berhubungan dengan hal-hal serius, tidak jarang penyebabnya
adalah hal-hal sederhana, sepele atau bahkan hal yang sangat lucu. Pada saat
itulah kita perlu mengembangkan sense humor sehingga kita bisa mentertawakan
keadaan atau mentertawakan diri sendiri.
5. Fokus pada solusi dan bukan pada hal-hal yang mengecewakan.
Apa yang kita lakukan, perasaan apa yang berkecambuk dalam hati kita, atau apapun
juga yang kita alami akan tergantung dengan fokus kita. Jika kita fokus pada
hal-hal yang mengecewakan seperti perlakuan menyakitkan, pengkhianatan, kecurangan,
atau pelecehan yang kita terima, maka kita akan menjadi sangat marah. Namun
jika kita fokus pada solusi, maka dengan sendirinya kemarahan itu akan mereda.
6. Mengubah kebiasaan marah kita.
Marah untuk sekali waktu rasanya normal-normal saja, namun jika kemarahan kita
terlalu sering atau bahkan tiada hari tanpa marah, tentu ada yang tidak beres
dalam diri kita. Biasanya itu sebagai akibat dari kebiasaan saja. Kita terbiasa
marah, makanya hal-hal kecil yang sepele pun sudah cukup untuk membuat kita
naik pitam. Kalau masalahnya seperti ini, kita perlu mengubah kebiasaan kita.
7. Biarkan Tuhan berdaulat penuh atas hidup kita.
Sepertinya cara ketujuh ini terlihat klise, namun sebenarnya cara ini justru
memiliki hasil yang sangat efektif dalam mengelola kemarahan. Pada saat mengijinkan
Tuhan memimpin hidup kita, bukan berarti kita menjadi manusia yang tidak bisa
marah. Kita bisa marah, namun kemarahan kita akan sangat terkendali. Mintalah
pimpinan dan penyertaan Tuhan senantiasa, sehingga hidup kita tidak menjadi
batu sandungan bagi orang lain gara-gara kemarahan kita.
Kemarahan lebih banyak ditentukan oleh diri Anda sendiri
(Kwik)
» Tips ini diambil dari Renungan Harian Spirit Motivator
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Aneka Tips di bawah ini:

Entrepreneur Sejati 2
Fokus, melakukan satu pekerjaan seolah-olah tidak ada pekerjaan yang lain.
Saya tertarik dengan sebuah pernyataan yang berbunyi seperti ini, “Seandainya
kita mengejar dua ekor kelinci sekaligus, keduanya pasti lolos.” Mengapa?
Karena kita kehilangan fokus! Barangkali kita bisa belajar dari prinsip tersebut
soal ...

Atur Waktu
Jangan selalu berpikir bahwa orang sukses adalah orang yang super sibuk hingga
sampai kekurangan waktu. Orang sukses adalah mereka yang bisa mengatur waktu
dengan bijak hingga ia merasa 24 jam dalam sehari adalah waktu yang sangat cukup
untuk menikmati pekerjaan, keluarga, hobi, dan hubungan ...



















