Antara Input dan Output

Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil...- Filipi 4:8
Apa yang kita masukkan, itu juga yang akan kita keluarkan. Output selalu bersumber dari input. Dengan kata lain, input inilah yang akan menentukan outputnya. Anda memiliki pesawat televisi berikut VCD player? Jika ingin menonton film, secara singkat boleh dijelaskan bahwa pesawat televisi menerima input dari VCD player tersebut. Akhirnya film apa yang diputar pada VCD akan diproyeksikan ke televisi Anda. Putarlah film rohani, maka televisi kita juga akan menampilkan film rohani, sebaliknya putarlah film porno, maka televisi yang sama juga akan menampilkan tayangan porno. Input akan menentukan output!
Gambaran yang cukup mudah untuk dimengerti, bukan? Lalu kalau kita berbicara tentang kehidupan rohani kita, input apa yang selama ini mengisi pikiran, jiwa dan hati kita? Sesungguhnya, input inilah yang akan mempengaruhi kehidupan kita, bahkan membentuk kepribadian kita! Kita pada hari ini adalah produk dari segala input di waktu yang lalu.
Kalau di waktu yang lalu, kita selalu mengisi pikiran kita dengan fantasi cabul dari majalah picisan yang kita baca atau film porno yang kita lihat, maka tidaklah mengherankan kalau kita juga sering melakukan percabulan. Kalau kita selalu mengisi jiwa kita dengan kebencian , amarah, iri hati, kekecewaan, tak perlu kaget kalau suatu saat semua konflik hati itu akan muncul ke permukaan dan menghancurkan diri kita sendiri. Kalau kita selalu mengisi hati kita dengan hal-hal yang keliru, maka lahir juga perbuatan yang keliru.
Itu sebabnya Paulus bernasihat, “ Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu!” Input akan menghasilkan output yang sama. Lakukan apa yang dinasihatkan oleh Paulus tersebut. Hidup kita akan menjadi benar. Karakter kita menjadi mulia. Keputusan kita menjadi adil. Pikiran kita menjadi suci. Perkataan kita menjadi manis dan sedap didengar. Kepribadian kita menjadi sesuatu yang baik dan menjadi berkat bagi banyak orang. Semuanya akan berjalan secara otomatis. Output seperti apa yang kita inginkan dari kehidupan kita, seperti itulah seharusnya input yang mengisi pikiran, jiwa dan hati kita. Sederhana bukan?
Hanya input yang positif sajalah yang kita ijinkan mengisi hidup kita.
(Kwik)
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Affluenza
Affluenza adalah istilah yang menggambarkan konsumerisme seperti penyakit influenza; mewabah, cepat menyebar, dan merugikan penderitanya. Kita mungkin sering mendengar kecenderungan orang-orang yang menganggap ukuran kemajuan sebuah kota identik dengan banyaknya mal yang dibangun. Bahkan, kadang ada yang malu jika kota kelahirannya belum punya mal karena itu berarti masih belum maju. ...

Kesungguhan
Sebelum buku Being Happy! tulisan Andrew Matthews laris sedemikian rupa, naskah
tersebut sudah mengalami penolakan berkali-kali dari penerbit, apalagi buku
tersebut ditulis oleh pengarang baru yang belum punya nama. Karena tidak ada
yang mau, maka Andrew Matthews menggandeng penerbit kecil melakukan penjualan
...

















