Bijak Soal Uang

jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir,...- Ulangan 8:14
Segala hal yang kita perbuat di dalam hidup ini hendaknya dipimpin oleh hikmat, hingga akhirnya kita bisa membuat perhitungan yang matang dan akhirnya bisa melangkah dengan bijak. Demikian juga halnya soal bagaimana mengatur uang kita. Pengaturan uang tanpa pertimbangan yang bijak hanya akan menimbulkan kesulitan pada diri kita sendiri pada akhirnya.
Dalam buku Using Your Money Wisely, Larry Burkett memberikan pedoman-pedoman untuk dapat mengatur keuangan kita dengan bijak. Salah satu pedoman yang diberikan oleh Larry Burkett yang cukup menarik adalah hati-hati dengan kesombongan kita. Jika kita terjebak dengan kesombongan, bisa-bisa kita sedang membuka celah bagi hancurnya atau morat-maritnya keuangan kita sendiri.
Biasanya jika seseorang sudah merasa sukses dan merasa sudah jadi orang kaya, pengaturan uang tidak sebijak seperti dulu, yaitu ketika orang tersebut masih harus bergumul soal kebutuhan hidup. Orang yang terjebak dengan kesombongan dan merasa dirinya sudah kaya akan menggunakan uangnya lebih berani dan lebih sembrono. Selain itu, biasanya gaya hidupnya juga meningkat, dengan demikian otomatis pengeluarannya juga meningkat. Lebih menyedihkan lagi, uang atau kekayaan yang dimilikinya digunakan untuk hal-hal yang berbau dosa.
Banyak orang yang memiliki kekayaan begitu berlimpah, namun sedikit orang yang bisa mengelolanya dengan bijak. Mereka yang tidak bisa mengelola keuangan dengan bijak, lebih rentan menjadi hancur di waktu yang akan datang, sebaliknya mereka yang bisa mengelola keuangannya dengan bijak justru akan dipercayakan berkat yang lebih besar lagi oleh Tuhan. Ingatlah bahwa dosa keuangan tidak berbicara mengenai besar kecilnya jumlah uang yang kita miliki, tetapi bagaimana kita bisa mengelola keuangan kita. Bagaimana cara kita mengatur keuangan kita selama ini?
Orang kaya itu banyak, tapi hanya sedikit yang bisa mengelola keuangannya dengan bijak.
(Arief)
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Tinggalkan Daerah Kenyamanan Anda
Abraham sudah gila, demikian komentar saya. Apakah bukan gila namanya jika ia
memilih keluar dari kenyamanan dan memulai petualangan baru di usia 75? Sadar
dong, Anda tidak muda lagi. Hidup Anda mapan dan berkemewahan. Anda sudah menjadi
orang terpandang. Anda tinggal di ...

Iman Kepada Agama atau Kepada Kristus
Begitu banyak orang membangga-banggakan agamanya. Selalu berkata bahwa agamanyalah
yang paling baik dan paling benar. Dengan sikap yang seperti ini, lahirlah fanatisme
yang berlebihan terhadap agama yang diyakininya. Kalau sudah begini, bisa-bisa
tindakan apapun juga akan dilegalkan demi membela agamanya. Itu sebabnya tak
...



















