Bosan Membaca Alkitab

Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.- Mazmur 119:111
Membaca dan merenungkan firman Tuhan adalah kewajiban sekaligus kebutuhan orang Kristen. Saya percaya jika saat ini Anda membaca renungan ini, bukankah itu juga dilandasi kebutuhan dan kerinduan untuk memahami isi firman dan kehendak Tuhan? Tapi harus diakui, saat membaca Alkitab, ada kalanya kita dihinggapi kebosanan. Mungkin itu karena pasal yang kita baca banyak berisi nama-nama seperti silsilah atau daftar prajurit Daud. Mungkin karena bahasa Alkitab versi Terjemahan Baru yang agak ‘jadul’. Mungkin karena topik yang dibaca agak berat, misalnya pada bab pengajaran Paulus, dll. Lalu bagaimana supaya acara membaca Alkitab tidak terasa membosankan?
Dave Brannon, seorang penulis Kristen, memberikan satu resep sederhana. Ia menyarankan agar saat kita membaca satu bagian (misalnya bacaan Alkitab dalam renungan hari ini), ajukan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1. Bagian mana yang saya sukai? 2. Bagian mana yang tidak saya sukai?
3. Bagian mana yang tidak saya mengerti? 4. Apa yang saya pelajari tentang Allah dari bacaan ini?
5. Apa yang harus saya lakukan? 6. Ayat apa yang dapat saya terapkan hari ini?
Sebagai orang Kristen, Alkitab bukan sekadar naskah kuno yang memuat catatan sejarah bernilai tinggi. Alkitab juga bukan sebuah kompilasi tulisan atau kumpulan kutipan yang berdiri sendiri, bukan rumus yang hanya relevan untuk satu hal saja (sehingga kita pun jenuh jika harus membaca bagian yang sudah hafal luar kepala), dan bukan mantra yang dengan menghafalnya bisa membuat kita lebih berkuasa. Tapi, Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan oleh Allah kepada para penulisnya untuk menjadi pegangan hidup keimanan kita. Satu cara membaca Alkitab yang biasanya cukup efektif adalah jika dilakukan berkelompok. Anda juga bisa menggunakan sistematika, seperti bacaan Alkitab setahun atau memakai buku renungan untuk membantu pemahaman Alkitab. Dan yang terpenting adalah, terapkan dan bagikan firman Tuhan itu kepada orang lain. Selamat membaca!
(Arie)
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Do Your Best
Pejabat kerajaan Italia mendatangi seorang tukang yang tampak teliti dan berusaha sungguh-sungguh dalam pekerjaannya. Dia bertanya kepada tukang itu., “Untuk apa kotak yang kau buat itu?” “Pot bunga, pak.” Tertarik, pejabat itu melanjutkan, “Benda itu akan diisi dengan tanah. Mengapa kamu susah-susah membuatnya begitu bagus?” “Saya menyukai hal-hal yang sempurna,” ...

Iman Kepada Agama atau Kepada Kristus
Begitu banyak orang membangga-banggakan agamanya. Selalu berkata bahwa agamanyalah
yang paling baik dan paling benar. Dengan sikap yang seperti ini, lahirlah fanatisme
yang berlebihan terhadap agama yang diyakininya. Kalau sudah begini, bisa-bisa
tindakan apapun juga akan dilegalkan demi membela agamanya. Itu sebabnya tak
...



















