Dari Keinginan

tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.- Filipi 4:6
Seorang pegawai muda baru pertama kalinya diutus menjadi wakil perusahaan di satu seminar ilmiah. “Wow, saya akan ketemu banyak orang pintar. Siapa tahu ketularan “ pikirnya. Kebetulan, saat acara berlangsung, pemuda itu bersebelahan dengan profesor Tom, seorang ilmuwan eksentrik. Tapi karena grogi, ia hanya mengamati sang profesor selama acara berlangsung. Ia melihat profesor sesekali memasukkan tangan ke saku, mengambil sesuatu, dan memakannya. Penasaran, si pemuda memberanikan diri bertanya. “Pak Profesor, apa yang Anda makan?” Profesor Tom menoleh dan tersenyum, “Oh, ini biji apel..” jawabnya. “Kenapa Anda makan biji apel?” “Wah, Anda belum tahu? Saya telah menemukan bahwa makan biji apel akan bisa meningkatkan kecerdasan otak. Apa Anda tertarik makan juga? Saya jual biji ini 10 ribu satu..” Si pemuda langsung tertarik, “Oh boleh, saya beli 5 biji.” Pemuda itu pun segera makan. Tapi, saat makan ia pun mulai berpikir, “Bodoh sekali aku, kenapa aku mau membeli biji apel 10 ribu? Bukannya 10 ribu untuk beli buah apel di pasar bisa dapat banyak?”
Seperti kisah di atas, demikian jugalah yang sering terjadi antara manusia dan bujukan dosa. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa dosa adalah buah dari keinginan kita (Yak. 1:15). Berapa banyak orang yang terjerumus dalam narkoba, seks bebas, korupsi, menipu, bergosip, dll awalnya melakukan karena mereka melihat bahwa hal tersebut lebih banyak untung ketimbang ruginya? Bagi si pemuda, 10 ribu rupiah untuk 1 biji apel sama sekali tidak rugi, asal dia bisa pintar. Ya, saat ini kita mungkin heran atau menganggapnya konyol. Tapi, sama halnya dengan pemuda tadi, kita sama sekali tidak akan merasa konyol saat iblis memberikan umpan yang sangat pas dengan keinginan kita.
Hati-hatilah dengan keinginan Anda. Jangan biarkan Anda memelihara keinginan itu sendiri tanpa mengkomunikasikannya dengan Tuhan. Keinginan yang dipendam sendiri akan menghasilkan ambisi. Tapi, saat suatu keinginan dikomunikasikan kepada Allah melalui doa dan ucapan syukur, yang kita dapat bukan ambisi yang bisa menyesatkan, tapi justru jawaban doa kita. Amin?
(Arie)
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Daftar Kesalahan
Hubungan kita semakin renggang. Waktu-waktu kita dengan pasangan lebih banyak
dihabiskan untuk bertengkar, tak heran kalau kita dengan pasangan menjadi semakin
frustasi dengan keadaan ini. Bahkan terbersit dalam benak kita untuk segera
mengandaskan bahtera rumah tangga kita, karena begitu putus asanya kita melihat
...

Naluri Bapa
Saya bukan pahlawan. Bukan juga seorang manusia super. Bukan orang yang luar
biasa. Tidak juga hebat, apalagi mengundang decak kagum banyak orang. Saya tak
lebih dari seorang ayah pada umumnya. Meski demikian saya akan melakukan apa
saja demi anak saya. Jadi, jangan coba-coba mengganggu ...



















