Artikel Rohani

Insensitive

Bacaan: Ibrani 4:14-16; 5:1-10

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.- Ibrani 4:15


Peringatan untuk mengenang tokoh pejuang HAM, Martin Luther King, Jr, tahun 2002 lalu diwarnai kejadian tidak mengenakkan. Saat itu, James Earl Jones, seorang aktor kawakan kulit hitam Amerika mendapatkan penghargaan Martin Luther King, Jr, atas kontribusinya dalam dunia akting. Tapi, rupanya ada satu kesalahan ‘kecil’ yang membuat kehebohan besar terjadi. Plakat yang sedianya bertuliskan nama James Earl Jones justru bertuliskan “Terima kasih untuk James Earl Ray yang tetap menjaga impian kita menyala.” Hanya salah tulis ‘Jones’ dan ‘Ray’. Tapi, tahukah Anda siapa James Earl Ray? Dia adalah yang membunuh Martin Luther King, Jr!

Protes datang dari banyak orang yang menyayangkan ketidakpekaan perusahaan yang mencetak plakat tersebut. Meski hal itu kemungkinan besar adalah ketidaksengajaan, tapi kesalahan tersebut hanya bisa terjadi karena pembuatnya tidak teliti. Mungkin ia hanya menganggap plakat itu sekadar sebuah benda berukirkan nama seseorang. Padahal, bagi James Earl Jones, plakat itu adalah bukti penghargaan atas kerja kerasnya. Demikian pula bagi mereka yang menghadiri acara itu, plakat tersebut adalah pengingat akan perjuangan Martin Luther King, Jr.

Dalam hidup bersama orang lain, mungkinkah kita pernah terjebak dalam sikap seperti ini? Segala sesuatu hanya dibandingkan dengan diri kita. Menyapa bukanlah hal penting karena aku pun tidak keberatan jika tidak disapa. Orang desa itu bodoh dan norak tidak seperti diriku yang modern, dll. Demikian pula sebaliknya. Bukankah banyak konflik terjadi karena ini? Padahal, Perjanjian Baru adalah kesaksian tentang Tuhan yang bersedia merendahkan diri untuk menjadi manusia. Jika Yesus menilai manusia dari membandingkan dengan diri-Nya sendiri, Ia tidak akan pernah memuji janda miskin, wanita yang sakit pendarahan, perwira Kapernaum, dll. Tapi, Yesus adalah Allah yang mengerti kelemahan dan penderitaan kita (Ibr. 4:15). Jangan sampai kita menjadi orang yang hanya mengukur orang lain dengan ukuran diri sendiri. Tapi, hargailah setiap pandangan orang lain.



(Arie)

» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.

Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Menular

Yang memiliki kemampuan untuk menular tidak hanya virus atau penyakit saja. Secara alami kita memiliki energi untuk menularkan kebiasaan kita kepada orang lain. Akan menjadi baik kalau yang kita tularkan adalah kebiasaan baik, sebaliknya sungguh celaka jika yang kita tularkan adalah kebiasaan buruk.

Dalam buku ...


Keunikan Pemalas

Menjadi seorang pemalas tidaklah sulit. Hebatnya lagi, setiap pemalas pasti memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Berikut saya akan paparkan keunikan-keunikan seorang pemalas. Berharap agar pemalas yang kebetulan membaca tulisan ini tidak tersinggung, melainkan mulai mengubah kebiasaan hidupnya.

Pertama, selalu saja memiliki alasan untuk menghindar dari sebuah ...


SPIRIT NEXT
APRIL 2010

"The Visionaries"

SPIRIT PENUAI
APRIL 2010

"Hamba Tuhan Palsu"
Bonus:
Ajaran-ajaran Bidat

RENUNGAN SPIRIT
APRIL 2010

"Heal Me Lord"
Bonus HandBook:
Bilur-Nya Menyembuhkan

SPIRIT JUNIOR
APRIL 2010

"Kematian-Nya Kehidupanku"
Bonus :
Keranjang Telur Paskah

SPIRIT MOTIVATOR
APRIL 2010

"Legacy"
Bonus SmartBook:
What to Do for a Better Family Future

SPIRIT GIRLS
APRIL 2010

"Jesus My Hero"
Bonus Cutie Diary

SPIRIT WOMAN
APRIL 2010

"Kemenangan dalam Kebangkitan"
Bonus: Saatnya Perempuan Bangkit

Arsip Artikel Rohani