
Jeram Kehidupan

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. - Mazmur 119:105
Suatu kali ketika berarung jeram, pemandu di perahu kami berkata, “Kalau di tempatmu, bolehlah saya kalah pintar, tetapi kalau di sungai ini, saya lebih tahu dari kamu.” Selanjutnya ia berkata bahwa jika ingin mengarungi sungai dengan aman, kami semua harus mendengar dan melakukan perintahnya dengan saksama. Jika tidak, silakan berhadapan dengan risiko perahu terbalik atau bahkan bocor berbenturan dengan batu yang banyak ditemui di sungai itu.
Hidup ini juga ibarat mengarungi sungai. Ada kalanya sungai mengalir tenang sehingga kita bisa mengikuti aliran sungai dengan nyaman. Ada kalanya riak-riak kecil membuat perahu bergoyang. Tetapi ada waktunya jeram sangat ganas, bisa mengguncangkan perahu dengan sangat hebat dan bila tidak hati-hati, perahu yang kita naiki bisa terbalik. Dua hal yang perlu kita ingat adalah: pertama, “jeram” dunia ini terlalu ganas untuk dilalui seorang diri. Hanya Allah, sebagai Pencipta segala sesuatu yang mengetahui dengan persis bagaimana kita harus menjalani hidup ini. Kedua, kita harus selalu dengar-dengaran serta menaati apa yang Allah firmankan. Sama seperti peserta arung jeram harus mendengarkan petunjuk pemandu, Allah juga sudah menyediakan Alkitab dan Roh Kudus untuk menolong, memberi petunjuk, dan mengarahkan agar hidup kita bisa dijalani dengan lebih baik. Mengabaikan firman Allah dan pimpinan Roh Kudus akan sangat berbahaya, karena jeram dunia yang jahat sangat tidak bersahabat dengan kita.
Ingatlah ini, jeram dunia ini memang ganas dan tidak bersahabat. Tetapi, jika Allah ada dalam perahu kehidupan kita, dan kita mengikuti petunjuk yang diberikan-Nya, selain kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik, kita bisa menikmati indahnya kehidupan. Bahkan setiap guncangan yang menerpa perahu kehidupan justru dapat membuat kita tetap tertawa bersama dengan Tuhan yang menyertai hidup kita. Jadi, Anda siap menempuh dan mengarungi jeram kehidupan bersama Sang Pemandu Agung? Taatilah perintah-Nya.
(WSP)
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Uniknya Cara Tuhan Menolong
Lebih dari sekedar haus, bangsa itu mengalami dehidrasi. Wajar saja. Mereka
berjalani di padang gurun selama tiga hari tanpa tempat perteduhan dan tanpa
air. Akhirnya mereka menemukan sumber air. Tak terkira senangnya hati. Tapi
apa pasal, airnya pahit dan tak bisa diminum. Ini bukan ...

Menjadi Ibu Rumah Tangga itu Ringan ?
Kalau kita mau sedikit lebih jujur, kita harus mengakui bahwa sebagai suami
kita seringkali merasa lebih hebat daripada isteri kita. Merasa bahwa kita yang
mencari uang, sehingga kita sewenang-wenang dengan isteri yang hanya melewatkan
waktu di rumah untuk mengurus anak dan rumah tangga kita. ...








