Keunikan Pemalas

Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.- Amsal 26:14
Menjadi seorang pemalas tidaklah sulit. Hebatnya lagi, setiap pemalas pasti memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Berikut saya akan paparkan keunikan-keunikan seorang pemalas. Berharap agar pemalas yang kebetulan membaca tulisan ini tidak tersinggung, melainkan mulai mengubah kebiasaan hidupnya.
Pertama, selalu saja memiliki alasan untuk menghindar dari sebuah pekerjaan. Cobalah tengok kehidupan seorang pemalas yang Anda kenal. Tak perlu kaget kalau orang tersebut selalu saja punya alasan untuk “menyelamatkan diri” dari pekerjaan yang sudah menanti. Dalam kehidupan berjemaat, hal yang sama juga berlaku. Bagi jemaat yang masuk kategori “pemalas” akan selalu punya alasan untuk tidak pergi ke gereja, cuaca yang buruklah, pendeta yang membosankanlah, fasilitas gereja yang tidak nyaman, dsb.
Kedua, selalu menunda pekerjaan.
Tak perlu heran kalau melihat seorang pemalas selalu menunda pekerjaan yang
harusnya segera diselesaikan. Itu memang sudah menjadi ciri khasnya. Menunda
pekerjaan dan membiarkannya sampai menumpuk. Lalu setelah kelimpungan, barulah
ia bingung sendiri dan bisa-bisa malah tidak mau mengerjakannya sama sekali.
Tuhan tidak pernah menunda pekerjaanNya. Bayangkan saja seandainya Tuhan menunda-nunda
pekerjaanNya, bisa-bisa matahari tidak bersinar hari ini atau kelangsungan alam
ini bakal terancam!
Ketiga, tidak pernah setia dengan apa yang telah dipercayakan kepadanya.
Salah satu alasan bagi pemalas untuk tidak bekerja adalah karena ia berpikir
bahwa hal tersebut adalah perkara kecil dan sepele. Ia selalu berpikir bahwa
hal-hal kecil seperti itu hanya akan membuang-buang waktu saja. Sementara kita
tahu bahwa banyak hal besar justru diawali dengan hal-hal kecil lebih dulu.
Tanpa mau mengawali dengan hal kecil, bagaimana mungkin Tuhan akan mempercayakan
perkara-perkara yang lebih besar?
Sangat berharap bahwa keunikan-keunikan tersebut tidak ada pada diri Anda. Namun sekiranya ada, baiklah kita mengambil keputusan untuk meninggalkan budaya malas ini.
Tinggalkan budaya malas!
(Diony)
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Kesalahan Fatal
Ini adalah contoh tentang kesalahan yang sangat fatal. Kerajaan Grenada di
Kepulauan Karibia, mengundang Duta Besar China untuk hadir dalam peresmian stadion
olahraga di St. George’s yang dalam pembangunannya didanai oleh China.
Untuk menghormati China yang telah menyumbangkan 40 juta dolar AS untuk pembangunan ...

Perangi Kemalasan
Kita tak bisa menyangkal bahwa perekonomian negara kita sedang sakit. Stagflasi
menjadi ancaman tersendiri. Di tengah inflasi yang naik pesat pertumbuhan ekonomi
justru menurun, lowongan pekerjaan makin sempit, sementara jumlah orang yang
di PHK atau yang sekarang menganggur lebih banyak. Keadaan yang sungguh memprihatinkan. ...

















