Manusia Kok Jadi Tikus

Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat ... - I Timotius 6:9
Siapapun tahu kalau tikus adalah binatang yang cerdik. Tanya saja kepada Tom yang begitu frustasi jika berurusan dengan Jerry dalam kartun Tom & Jerry. Tak hanya dalam film kartun, dalam dunia yang sebenarnya tikus memang adalah binatang yang cerdik. Tak hanya cerdik, tikus juga adalah binatang yang sangat berhati-hati. Seekor tikus tahu bahwa sekerat daging yang tersedia di depannya adalah umpan dan jebakan. Itu sebabnya kadangkala kita jengkel karena daging yang kita jadikan umpan hanya digerogoti sedikit saja dan tikus itu tak terperangkap di dalam jerat yang kita pasang.
Sekalipun tikus adalah binatang yang cerdik dan berhati-hati, ia memiliki kelemahan yang seringkali menjadi bumerang bagi dirinya, yaitu kerakusannya! Saat melihat masih ada sedikit daging dalam perangkap, ia tidak mau meninggalkannya begitu saja, sebaliknya ia akan menggerogotinya dengan pelan-pelan dan hati-hati. Sampai kemudian ia tak menyadari bahwa daging yang ia gerogoti menyebabkan alat perangkap itu mengurungnya. Seandainya tikus tidak rakus, tentu perangkap secanggih apapun tak akan bisa berbuat banyak.
Sejujurnya, manusia juga ada kalanya memiliki kelemahan seperti tikus, rakus sekaligus serakah! Sudah kaya tapi terus mengejar kekayaan supaya lebih kaya lagi. Apapun akan dilakukan demi menjadi lebih kaya. Tak sadar bahwa di depan sana sudah menanti jerat yang pada akhirnya menghancurkan kehidupannya sendiri. Paulus dalam suratnya kepada Timotius juga menulis tentang hal ini, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat ...” Dalam teks aslinya, kata jerat adalah pagida yang memiliki arti perangkap.
Karena rakus dan serakah, jabatan yang tinggi tak juga membuatnya puas sehingga ia terjerat tindak korupsi. Karena rakus dan serakah, fokus akan uang menjadi segala-galanya sehingga tak jarang keluarga menjadi korban. Karena rakus, timbul juga perbuatan-perbuatan memalukan. Yang menyedihkan, praktek memalukan seperti ini juga kerap terjadi di gereja Tuhan. Tak sedikit praktek korupsi dan penggelapan uang terjadi di gereja! Ah, seandainya manusia bisa mengucap syukur dengan keadaannya dan tak rakus. Lagipula, seharusnya manusia menjadi dirinya sendiri, yaitu menjadi manusia. Masakan manusia menjadi tikus? Malu dong ...
Hati-hati terhadap keserakahan yang pada akhirnya bisa menjadi jerat bagi diri kita sendiri.
(Kwik)
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Reputasi
Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia, pernah berkata, “Dibutuhkan waktu dua puluh tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk menghancurkannya. Jika memikirkan hal ini, Anda akan melakukan sesuatu dengan cara berbeda.”
Karena untuk membangun reputasi dibutuhkan waktu dan proses yang sangat panjang, itu alasan mengapa reputasi adalah ...

Insensitive
Peringatan untuk mengenang tokoh pejuang HAM, Martin Luther King, Jr, tahun 2002 lalu diwarnai kejadian tidak mengenakkan. Saat itu, James Earl Jones, seorang aktor kawakan kulit hitam Amerika mendapatkan penghargaan Martin Luther King, Jr, atas kontribusinya dalam dunia akting. Tapi, rupanya ada satu kesalahan ‘kecil’ yang membuat kehebohan besar terjadi. ...



















