Renungan Kristen Spirit


Artikel Rohani

Martin Chuzzlewit

Bacaan: Matius 19 : 16-26

...pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.- Matius 19:22


Ini adalah ringkasan Martin Chuzzlewit, novel karya Charles Dickens, salah satu novelis terkenal pada abad pertengahan. Pada suatu hari, di Inggris ada seorang kakek tua yang sangat kaya raya yang hidup bersama kerabatnya. Para kerabatnya itu saling berlomba, berusaha merebut hatinya dengan menyembah-nyembah di kakinya dan menjanjikan cinta yang tidak akan pernah padam baginya. Tapi, laki-laki tua ini cukup cerdik. Ia mengetahui motif tindakan mereka. Jadi, ia ingin pewarisnya adalah orang yang sungguh-sungguh mencintainya, bukan karena hartanya.

Seorang cucunya, Martin Chuzzlewit adalah seorang pemuda yang dipilihnya. Walaupun anak ini tidak suka dibentak-bentak olehnya, tapi ia bisa melihat ketulusan hatinya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengujinya. Karena melihat gelagat bahwa pemuda itu jatuh cinta kepada gadis yang menjadi penjaganya, ia sengaja mengirim pemuda itu ke Amerika. Singkat cerita, di sana pemuda Martin mengalami kebangkrutan. Pada waktu Martin kembali ke Inggris, ia mendapati sang kakek rupanya sudah jatuh miskin. Walaupun dia sendiri mengalami kesusahan, pemuda ini berkeras mengurus mereka semua, termasuk si gadis yang kemudian menjadi istrinya. Tentu saja sang kakek tidak benar-benar jatuh miskin. Tapi satu-satunya cara untuk mengetahui bahwa Martin sungguh-sungguh mencintainya adalah dengan menyingkirkan harta benda dari kehidupannya.

Apakah Anda juga akan lulus jika diuji seperti Martin Chuzzlewit? Pemuda kaya yang saleh dan tidak bercacat dalam melakukan hukum Taurat pun gagal ketika ujian yang sama diberikan padanya oleh Yesus. Pemuda tersebut tidak rela hati melepaskan hartanya yang sangat banyak, membagikan pada yang miskin, dan mengikut Yesus. Bagaimana jika Tuhan memutuskan untuk menahan berkat-Nya? Apa kita akan kembali pada ilah yang menguntungkan, yang memberi kita hadiah-hadiah kecil, ataukah kita akan mantap mengasihi Tuhan, tanpa melihat pada materi yang akan didapatkan. Anda sendiri yang memutuskan.



(Dhany)

» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.

Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Dengan Cinta

Pertama kali saya bekerja, saya menjadi seorang staff pada sebuah perusahaan dengan bidang pekerjaan yang sangat membosankan. Itu sebabnya ketika weker di kamar saya dengan nada cempreng berbunyi tanpa permisi di pagi hari, dengan bermalas-malasan saya harus meninggalkan empuknya kasur dan segera bersiap diri ...


Luka Akibat Pengkhianatan

Kita masih bisa tahan seandainya ditipu dan diperlakukan secara licik oleh musuh. Kita masih bisa sabar dengan berita miring tentang kita akibat iri hati dan fitnah. Kita masih bisa tersenyum seandainya harus berhadapan dengan si gunung berapi yang meledak dalam kemarahan tanpa alasan. Meski ...

SPIRIT JUNIOR MAR. 2012
"Aku Berprestasi"
Bonus :
Buku Saku Dokter Kecil


SPIRIT AKTIVITAS MAR. 2012
"Yuk Berbagi"
Bonus :
Tempat Pensil


RENUNGAN SPIRIT MAR. 2012
"Mengapa Bukan Aku?"
Bonus HandBook:
The Hidden Sin


SPIRIT MOTIVATOR MAR. 2012
"Jadilah Motivator!"
Bonus SmartBook:
Spreading Energy, Spreading Positivity


SPIRIT GIRLS MAR. 2012
"I Am Beautiful"
Bonus:
Cutie Diary


SPIRIT WOMAN MAR. 2012
"Sendiri Memimpin Bahtera"
Bonus:
Tegar dalam Kesendirian


SPIRIT NEXT MAR. 2012
"Galau No More"


SPIRIT PENUAI MAR. 2012
"The Power of Impact"
Bonus: Menjadi Manusia Berpengaruh
Buku FAITH BREAKTHROUGH
30 Hari yang Sangat Menentukan
Hidup Anda!

oleh: Petrus Kwik


Buku CAREER BREAKTHROUGH
Mengalami Terobosan
Karir Luar Biasa Dalam 30 Hari

oleh: Petrus Kwik


Buku FINANCIAL BREAKTHROUGH
30 Hari yang
Sangat Menentukan
Keuangan Anda!

oleh: Petrus Kwik


Arsip Artikel Rohani