Renungan Kristen Spirit


Artikel Rohani

Memulai dengan Doa

Bacaan: Mazmur 88:1-13

dan pada waktu pagi doaku datang kehadapanMu.- Mazmur 88:14


Beberapa orang tidak akan memulai harinya tanpa secangkir kopi hangat lebih dulu. Ketika bangun pagi, tidak ada yang lebih penting daripada aroma kopi hangat yang semerbak. Tanpa bermaksud mengada-ada, bagi beberapa orang hal ini kadangkala menjadi pola hidup yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Seandainya saja pagi itu tidak ada kopi yang disediakan, bisa-bisa ia meledak dalam kemarahan dan sepanjang hari yang dilewati terasa begitu ganjil.

Meski demikian, ada pola hidup yang lebih baik daripada sekedar memulai hari dengan secangkir kopi hangat. Awalilah kehidupan dengan doa! Jika kita bisa kecanduan berat dengan kopi di waktu pagi hari, mengapa kita tidak bisa kecanduan dengan waktu-waktu kita bersama Tuhan di dalam doa? Bukankah harusnya kita akan merasa tidak siap untuk menjalani kehidupan kita dalam sepanjang hari seandainya tidak ada doa yang kita naikkan kepada Allah lebih dulu. Bahkan seharusnya kita merasa ada yang ganjil jika memulai hari kita tanpa doa.

Doa di pagi hari adalah kunci agar kita bisa berkemenangan dalam sepanjang hari. Doa di pagi hari adalah seperti alam yang menantikan embun dari atas, kunci kita mendapat kesegaran dalam kehidupan. Doa di pagi hari adalah seperti menantikan hangatnya sinar matahari yang merekah, kunci agar kita menjalani hidup dengan penuh gairah dan semangat. Doa di pagi hari adalah seperti suasana pagi yang masih sunyi, kunci agar kita terus mempertajam kepekaan kita terhadap “sinyal-sinyal” dari Tuhan.

Sungguh patut disayangkan kalau kita lebih suka meributkan secangkir kopi hangat daripada doa. Sungguh patut disayangkan kalau kita lebih asyik dengan bergumul dengan bantal dan guling daripada bergumul di dalam doa. Bukankah kita pernah mendengar sebuah kata populer seperti ini : If you win the morning, you will win the day. Jika Anda berhasil menang di pagi hari, maka Anda akan menang dalam sepanjang hari. Jika kita bisa menang atas kedagingan kita di pagi hari dengan memulainya dalam doa, maka sepanjang hari itu juga kita akan beroleh kemenangan-kemenangan. Daud memulainya harinya dengan doa. Yesus juga selalu mengawali hari-hariNya dengan doa. Itulah kunci kemenangan dalam kehidupan mereka. Jadi, hari ini gini belum doa juga? Malu dong ...


Milikilah komitmen untuk tidak memulai hari tanpa doa lebih dulu.



(Kwik)

» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.

Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Warisan Bernilai

Ketika John Lennon ditembak di New York tahun 1980, mantan anggota The Beatle itu meninggalkan uang $ 550 juta, ditambah lagu Imagine, lagu cinta dan perdamaian dunia, yang diwariskan bagi dunia. Itu yang tampak dari luar. Namun majalah Time berhasil mewancarai Julian, putra John ...


Cleaning Files

Setiap hal yang kita alami akan kita simpan dalam otak kita dan itu berada dalam arsip atau file yang bernama ingatan. Peristiwa-peritiwa itu akan tinggal sebagai ingatan yang masih jelas, kesan yang agak kabur atau bahkan mengendap di salah satu sudut alam bawah sadar ...

SPIRIT JUNIOR AGUSTUS 2014
"Saling Mendukung"
Bonus :
Buku Sehat


SPIRIT AKTIVITAS AGUSTUS 2014
"Bangga Jadi Anak Indonesia"
Bonus :
Kwartet Seri 2


RENUNGAN SPIRIT AGUSTUS 2014
"Hope for The Land"
Bonus HandBook:
Optimis untuk Bangsa


SPIRIT MOTIVATOR AGUSTUS 2014
"Work + Pray = It Works!"
Bonus SmartBook:
Prayer Matters

SPIRIT GIRLS AGUSTUS 2014
"Ups and Downs"
Bonus:
Cutie Diary


SPIRIT WOMAN AGUSTUS 2014
"Simple Faith, Great Miracle"
Bonus:
Adakah Iman di Hatiku?


SPIRIT NEXT AGUSTUS 2014
"Peace for The Country"


SPIRIT PENUAI AGUSTUS 2014
"Sahabat Orang Berdosa"
Bonus: Menjangkau yang Hilang
Buku FAITH BREAKTHROUGH
30 Hari yang Sangat Menentukan
Hidup Anda!

oleh: Petrus Kwik


Buku CAREER BREAKTHROUGH
Mengalami Terobosan
Karir Luar Biasa Dalam 30 Hari

oleh: Petrus Kwik


Buku FINANCIAL BREAKTHROUGH
30 Hari yang
Sangat Menentukan
Keuangan Anda!

oleh: Petrus Kwik


Arsip Artikel Rohani