Mengenal Tuhan

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. -
Saya pernah menulis tentang hal ini, namun tidak ada salahnya saya mengulangnya lagi dengan pemaparan yang sedikit berbeda. Seperti yang pernah saya tulis, untuk mengenal seseorang dengan mendalam, kita tidak perlu menjadi orang yang jenius, punya communication skill yang hebat, pandai berbicara, pintar mengorek-orek kepribadian, dst. Lupakan semua cara-cara itu, karena ada cara yang lebih sederhana, lebih mudah, dan jauh lebih efektif, yaitu hanya dengan meluangkan sebanyak mungkin waktu bersama orang yang ingin kita kenal tersebut. Semakin banyak waktu yang kita habiskan bersama dengan orang tersebut, secara otomatis pengenalan kita akan lebih dalam lagi.
Bagaimana Anda bisa mengenal pasangan Anda? Apakah Anda harus belajar tentang kepribadian manusia lebih dulu atau belajar communication skill dulu? Tidak, bukan? Karena tiap saat Anda bertemu dengan pasangan dan menghabiskan banyak waktu dengannya, maka secara otomatis Anda bisa mengenalnya. Bahkan, sepandai-pandainya pasangan Anda menyembunyikan kepribadiannya atau “belangnya”, toh suatu saat Anda akan mengetahuinya juga.
Kita rindu mengenal Tuhan lebih dalam. Itulah sepenggal pujian yang kerap kita nyanyikan. Kita rindu mengenal Pribadi-Nya, namun sayang kita tidak pernah melewatkan waktu bersama-Nya. Jelas itu hal yang mustahil. Untuk mengenal Allah lebih dalam hingga kita tahu seperti apa karakter-Nya, sifat-sifat-Nya, kebiasaan-Nya, bahkan seperti apa selera Tuhan, kita harus melewatkan waktu lebih banyak lagi dengan Tuhan.
Contoh di dalam Alkitab adalah Daud. Mengapa Daud bisa mengenal Tuhan sedemikian dalam? Tidak perlu heran, karena Daud selalu melewatkan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Sebagian besar mazmur yang ditulisnya cukup menggambarkan bagaimana Daud selalu bersekutu dengan Tuhan dalam doa, mazmur, dan pujian penyembahan. Bagaimana dengan kita?
(Kwik )
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Dari Keinginan
Seorang pegawai muda baru pertama kalinya diutus menjadi wakil perusahaan di satu seminar ilmiah. “Wow, saya akan ketemu banyak orang pintar. Siapa tahu ketularan “ pikirnya. Kebetulan, saat acara berlangsung, pemuda itu bersebelahan dengan profesor Tom, seorang ilmuwan eksentrik. Tapi karena grogi, ia hanya mengamati sang profesor selama acara berlangsung. ...

Kepingan Kecil
Hidup merupakan akumulasi. Kesuksesan besar yang kita capai hari ini tidak
terjadi tiba-tiba, melainkan akumulasi dari kesuksesan-kesuksesan kecil yang
berhasil kita capai. Demikian juga kegagalan besar yang terjadi biasanya tidak
terjadi dengan tiba-tiba, karena kegagalan besar juga merupakan akumulasi dari
kegagalan-kegagalan kecil ...

















