Menikmati Hidup

orang yang dikaruniai Allah kekayaan, ... tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya,- Pengkhotbah 6:2
Memiliki kekayaan yang berlimpah tidak menjamin bahwa serta merta kita akan merasakan kebahagiaan. Itu sebabnya ada hal yang lebih penting dari sekedar memiliki kekayaan, yaitu bagaimana kita menikmati kekayaan tersebut. Adalah hal yang sia-sia jika kita mampu memperoleh kekayaan, tapi tidak memiliki kuasa untuk menikmati kekayaan tersebut.
Dalam buku The Rockefeller Billions diceritakan kisah hidup John D. Rockefeller yang sangat menarik. Dia adalah seorang konglomerat yang sangat sukses karena memiliki penghasilan per minggu sekitar satu juta dollar! Namun sayang ia tidak bisa menikmati kekayaannya tersebut, ia mengidap sejumlah penyakit sehingga dokter hanya memperbolehkan dia makan sedikit sekali. Berat badannya kurang dari 100 pon. Untuk makan pagi ia hanya boleh minum beberapa tetes kopi, satu sendok sereal, satu garpu telor. Rockefeller adalah orang yang paling kaya di jamannya, tapi dia tidak bisa menikmati apa yang ia miliki!
Pendek kata, apa gunanya kita bisa memperoleh kekayaan yang berlimpah, mendapatkan kedudukan yang tinggi, atau bahkan pengaruh yang luas, kalau pada akhirnya kita tidak bisa menikmati hidup ini? Memang ironis melihat mereka yang memiliki segalanya di dalam hidup tapi bahkan tidak bisa menikmati secuilpun dari apa yang mereka miliki.
Marilah kita belajar untuk menikmati hidup yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. Pada hakekatnya kita tahu bahwa hidup bukan hanya untuk sekedar dijalani, melainkan perlu dinikmati juga. Itu sebabnya kita yang sedemikian terobsesi dengan bagaimana memperoleh kekayaan tapi lupa bagaimana menikmati kekayaan tersebut, adalah baik untuk kita merenungkan sebentar perjalanan hidup kita. Adalah hal yang indah jika semua yang kita peroleh merupakan berkat yang dapat kita nikmati, baik untuk kita secara pribadi maupun bagi orang lain.
Hidup bukan hanya sekedar untuk dijalani, tapi juga untuk dinikmati.
(Dioni)
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Tinggalkan Daerah Kenyamanan Anda
Abraham sudah gila, demikian komentar saya. Apakah bukan gila namanya jika ia
memilih keluar dari kenyamanan dan memulai petualangan baru di usia 75? Sadar
dong, Anda tidak muda lagi. Hidup Anda mapan dan berkemewahan. Anda sudah menjadi
orang terpandang. Anda tinggal di ...

Mertua, Musuh No 1 dalam Pernikahan?
Dengan berbagai pertimbangan, tak jarang kita harus tinggal bersama mertua.
Dan jujur saja bahwa tinggal satu atap dengan mertua bukan hal yang mudah. Kadangkala
terjadi keributan hebat dengan mertua. Memang susah, tapi siapa tahu tips-tips
berikut mampu menjadi inspirasi bagi Anda untuk membangun kembali ...

















