Menular

Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka.- Bilangan 13:32
Yang memiliki kemampuan untuk menular tidak hanya virus atau penyakit saja. Secara alami kita memiliki energi untuk menularkan kebiasaan kita kepada orang lain. Akan menjadi baik kalau yang kita tularkan adalah kebiasaan baik, sebaliknya sungguh celaka jika yang kita tularkan adalah kebiasaan buruk.
Dalam buku Re-Code Your Change DNA, Rhenald Kasali berbagi cerita yang menarik. Cobalah buang sampah sembarangan di salah satu sudut pekarangan kantor Anda, dan jangan ijinkan petugas kebersihan atau pesuruh Anda untuk mengangkatnya. Dalam waktu beberapa hari saja Anda pasti sudah menyaksikan di sana sampah Anda sudah mempunyai beberapa teman berupa kertas, tisu bekas, puntung rokok, tas plastik, kulit pisang dan sebagainya.
Kita memiliki energi untuk menularkan kebiasaan. Apalagi jika Anda seorang pemimpin, energi untuk menularkan kebiasaan yang Anda miliki juga semakin besar. Entahkah Anda pemimpin di keluarga, di gereja, di masyarakat maupun di tempat kerja. Jika Anda tidak memiliki kedisiplinan, semisalnya sering datang terlambat, maka budaya terlambat akan menjadi trade-mark komunitas Anda. Sebaliknya, jika Anda sangat disiplin, maka bisa dipastikan orang-orang yang ada di sekitar Anda juga memiliki disiplin yang tinggi.
Pertanyaannya, kebiasaan apa yang hendak kita tularkan? Tentu saja kita harus menularkan energi yang positif seperti sikap yang antusias, penuh semangat, tidak mudah menyerah, sukacita, sense humor, keuletan, kedisiplinan, integritas dan hal-hal positif lainnya. Sebaliknya jika yang kita tularkan kebiasaan buruk, maka lama kelamaan kita akan frustasi dan kita membutuhkan energi yang semakin besar untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut. Sebagaimana illustrasi tersebut, yang akan kita ubah bukan hanya kebiasaan buruk kita saja melainkan juga kebiasaan buruk orang-orang yang ada di sekitar kita. Tularkan kebiasaan positif!
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka menularkan kebiasaan hidup.
(Kwik)
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Doa itu Kebutuhan
Suatu waktu di gereja, seorang pendeta bertanya kepada satu keluarga, “Apakah kalian melakukan doa bersama?” “Maaf, Pak pendeta,” jawab kepala keluarga itu, “kami tidak punya waktu untuk itu.” Pendeta itu berkata, “Seandainya kamu tahu salah seorang anakmu akan sakit, apakah kalian tidak akan berdoa bersama memohon kesembuhannya?” “Oh, tentu kami ...

Ketika Dunia Berbalik Menyerang Kita
Ini tidak adil. Ini sangat tidak manusiawi. Bahkan sangat tidak masuk akal
dilakukan oleh manusia-manusia yang berakal budi. Bukankah Yesus tidak pernah
melakukan yang buruk? Sedikitpun tidak. Ia selalu berbuat baik. Ia selalu memberi
pertolongan, bahkan ketika saatNya belum tiba pun, Ia tetap menyelamatkan ...



















