Pause

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.- Pengkhotbah 3:1
Kita hidup di tengah jaman yang rentan terhadap stres. The National Center for Health Statistic melaporkan bahwa hampir satu juta orang setahun meninggal akibat penyakit yang disebabkan oleh stres yang tidak tertangani. Dari sebuah hasil polling disimpulkan bahwa 86% orang Amerika mengaku mengalami stres kronis. Jika di negara yang sudah maju seperti Amerika saja mengalami tingkat stres yang sedemikian tinggi, bagaimana di negara kita yang kondisi ekonominya tengah terpuruk dan yang tak henti-hentinya di rundung bencana? Atau jangan-jangan kita malah sudah kebal terhadap stres karena sudah terbiasa dengan tekanan hidup?
Tingkat stres makin tinggi. Kebutuhan hidup semakin banyak. Tagihan-tagihan menuntut dilunasi. Belum lagi melihat kenyataan bahwa kita hidup di dunia yang serba cepat dan tampaknya kita tidak menemukan tombol stop atau bahkan pause dalam remote control hidup kita. Kesibukan yang luar biasa di dalam pekerjaan kita turut andil dalam menciptakan ruang stres bagi hidup kita. Wayne Muller berkata dengan nada menyindir, “Tidak punya waktu untuk teman-teman dan keluarga, tidak punya waktu untuk menikmati matahari terbenam, memenuhi kewajiban-kewajiban kita tanpa punya waktu sedetikpun untuk menarik napas, ini telah menjadi model dari kehidupan yang sukses.”
Menurut penelitian, balita rata-rata tertawa sekitar 200 kali per hari. Tetapi begitu si bayi menjadi dewasa, tawanya merosot drastis menjadi hanya 6 kali per hari. Barangkali untuk menghindari dari kehidupan yang penuh dengan stres kita perlu belajar dari anak kecil. Anak kecil tidak pernah tergesa-gesa di dalam hidup dan selalu punya waktu untuk menikmati kehidupan yang sebenarnya. Apakah Anda sedang stres hari ini? Saya sarankan untuk memperlambat hidup Anda, kalau perlu milikilah waktu untuk memencet tombol pause dalam remote control hidup Anda, hingga Anda bisa beristirahat barang sejenak dan mulai menikmati kembali hal-hal yang sudah lama tidak Anda lakukan. Bersantailah! Hidup ini terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja.
Kita tidak perlu stres seandainya memiliki tombol stop atau pause dalam remote control hidup kita.
(Kwik)
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Bijak Soal Uang
Segala hal yang kita perbuat di dalam hidup ini hendaknya dipimpin oleh hikmat,
hingga akhirnya kita bisa membuat perhitungan yang matang dan akhirnya bisa
melangkah dengan bijak. Demikian juga halnya soal bagaimana mengatur uang kita.
Pengaturan uang tanpa pertimbangan yang bijak hanya akan menimbulkan ...

Friday 13th
Banyak orang Amerika menganggap “Friday the Thirteenth” atau hari
Jum’at yang jatuh pada tanggal 13 sebagai hari buruk. Kepercayaan ini
mungkin dihubung-hubungkan dengan hari penyaliban Tuhan Yesus yang jatuh pada
hari Jum’at. Hukuman mati bagi para penjahat biasanya juga dilaksanakan
pada hari ...



















