Reputasi

Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?- Galatia 3:3
Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia, pernah berkata, “Dibutuhkan waktu dua puluh tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk menghancurkannya. Jika memikirkan hal ini, Anda akan melakukan sesuatu dengan cara berbeda.”
Karena untuk membangun reputasi dibutuhkan waktu dan proses yang sangat panjang, itu alasan mengapa reputasi adalah sesuatu yang sangat berharga dan mahal. Sudah selayaknya sesuatu yang berharga dan mahal itu dijaga sedemikian rupa. Sayangnya, banyak orang melakukan kebodohan dengan menghancurkan reputasinya sendiri. Seperti yang kita tahu, satu-satunya orang yang bisa menghancurkan reputasi kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Meski ada orang mencoba menghancurkan reputasi kita dengan gosip, fitnah, atau berita-berita murahan, reputasi kita akan tetap terjaga.
Saat saya menulis renungan ini, pemberitaan mengenai terlibatnya tindak kriminal salah satu pejabat tinggi di negara kita sedang ramai-ramainya dibicarakan. Padahal sebelumnya dia dikenal sebagai orang yang cukup berjasa dalam memajukan Indonesia. Sayang, nila setitik rusak sebelanga. Berpikir pendek, saya rasa itu penyebab mengapa seseorang “rela” menghancurkan reputasinya sendiri yang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya. Reputasi Daud sebagai raja yang bijak, yang pemberani, yang disertai Allah sudah tidak bisa diragukan lagi. Namun reputasi yang dibangun bertahun-tahun seolah-olah menguap saat ia memutuskan untuk berzinah dengan Batsyeba dan membunuh Uria dengan cara yang sangat licik.
Membangun reputasi itu butuh proses yang lama, sedangkan untuk menghancurkannya butuh waktu sekejap. Pikirkan ini, maka kita akan lebih bijak dan berhati-hati untuk tidak menghancurkan reputasi kita sendiri.
(Kwik )
» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Optimis
Banyak orang terlalu memanjakan diri dan mengasihani diri secara berlebihan
ketika mengalami masalah di dalam kehidupannya. Banyak orang terlalu cengeng
saat menghadapi masa sulit di dalam hidupnya dan tidak memiliki fighting spirit
yang kuat. Rapuh, mudah menyerah, selalu pesimis, menyalahkan situasi dan keadaan,
...

Tentang Mengambil Keputusan
Aha, ini adalah sepenggal kisah hidup mantan Presiden Ronald Reagan yang menarik.
Reagan pergi ke seorang tukang sepatu dan minta dibuatkan sepasang sepatu yang
bagus. Lalu si pembuat sepatu bertanya, "Kamu ingin ujung sepatu yang persegi
atau bulat?" Reagan muda berbicara tidak jelas dan ...



















