Renungan Kristen Spirit


Artikel Rohani

Tak Kenal Post Power Syndrome

Bacaan: Mazmur 92:13-16

Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.- Mazmur 92:15


Ketika jalan kita sudah tak bisa lagi tegak. Rambut kita mulai habis dan menyisakan uban. Pinggang kita sering ngilu dan nyeri, ancaman osteoporosis. Gigi-gigi kita tak sekomplit dulu. Tenaga kita jauh berkurang dan nafas kita mudah tersengal-sengal disela-sela aktivitas. Sebuah keadaan yang menyadarkan bahwa kita sekarang sudah lanjut umur!

Bagi banyak orang menjadi manula adalah momok tersendiri. Membayangkan diri tersergap sepi karena semua anak-anaknya sudah memiliki keluarga sendiri-sendiri. Takut kalau-kalau nanti harus “turun mesin” dan berobat ke sana ke mari. Apalagi jika masa pensiun tiba, ia akan kehilangan jabatan, pekerjaan bahkan segala tunjangan yang biasanya diterima harus dihentikan. Hampir sebagian besar orang stress ketika memasuki masa post power syndrome.

Apakah Anda mengalami gejala-gejala tersebut di atas? Mungkin Anda memegang buku ini dengan sedikit gemetaran dan membaca huruf demi huruf dalam renungan ini dengan bantuan kaca pembesar. Meski umur Anda semakin lanjut, jangan pernah percaya bahwa usia lanjut adalah momok yang menakutkan. Ada kabar baik bagi Anda : “Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar .” (Mazmur 92:15)

Sebuah survey yang mempelajari kehidupan 400 orang terkenal dan menemukan bahwa 66% pencapaian terbesar mereka terjadi di atas usia 60 tahun! Konrad Adenauer masih menjadi kanselir Jerman Barat pada usia 80 dan ia memutuskan untuk tidak pernah pensiun. Michael Angelo pada usia 90 tahun masih tetap melukis, meski harus sambil berbaring. Paderewski masih bermain piano pada usia 79 tahun dan membuat hadirin harus melakukan standing ovation setelah mendengar permainannya. Kolonel Sanders memulai bisnis KFC di usia 65 tahun.

Jika kita menjadi tua, itu bukan berarti waktu untuk pensiun. Pensiun dari jabatan boleh-boleh saja, tapi semangat dan idealisme kita jangan pernah pensiun! Percayalah bahwa kita masih bisa terus melakukan sesuatu yang berarti di usia lanjut kita. Sebagai orang percaya, kita tidak akan pernah kenal dengan post power syndrome, sebab sampai pada masa tua kita akan masih terus berbuah.

Isi masa tua kita dengan sesuatu yang berarti dan menjadi berkat bagi banyak orang.



(Kwik)

» Artikel Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.

Baca Juga Artikel Rohani di bawah ini:

Dari Keinginan

Seorang pegawai muda baru pertama kalinya diutus menjadi wakil perusahaan di satu seminar ilmiah. “Wow, saya akan ketemu banyak orang pintar. Siapa tahu ketularan “ pikirnya. Kebetulan, saat acara berlangsung, pemuda itu bersebelahan dengan profesor Tom, seorang ilmuwan eksentrik. Tapi karena grogi, ia hanya mengamati sang profesor selama acara berlangsung. ...


Naluri Bapa

Saya bukan pahlawan. Bukan juga seorang manusia super. Bukan orang yang luar biasa. Tidak juga hebat, apalagi mengundang decak kagum banyak orang. Saya tak lebih dari seorang ayah pada umumnya. Meski demikian saya akan melakukan apa saja demi anak saya. Jadi, jangan coba-coba mengganggu ...

SPIRIT JUNIOR MAR. 2012
"Aku Berprestasi"
Bonus :
Buku Saku Dokter Kecil


SPIRIT AKTIVITAS MAR. 2012
"Yuk Berbagi"
Bonus :
Tempat Pensil


RENUNGAN SPIRIT MAR. 2012
"Mengapa Bukan Aku?"
Bonus HandBook:
The Hidden Sin


SPIRIT MOTIVATOR MAR. 2012
"Jadilah Motivator!"
Bonus SmartBook:
Spreading Energy, Spreading Positivity


SPIRIT GIRLS MAR. 2012
"I Am Beautiful"
Bonus:
Cutie Diary


SPIRIT WOMAN MAR. 2012
"Sendiri Memimpin Bahtera"
Bonus:
Tegar dalam Kesendirian


SPIRIT NEXT MAR. 2012
"Galau No More"


SPIRIT PENUAI MAR. 2012
"The Power of Impact"
Bonus: Menjadi Manusia Berpengaruh
Buku FAITH BREAKTHROUGH
30 Hari yang Sangat Menentukan
Hidup Anda!

oleh: Petrus Kwik


Buku CAREER BREAKTHROUGH
Mengalami Terobosan
Karir Luar Biasa Dalam 30 Hari

oleh: Petrus Kwik


Buku FINANCIAL BREAKTHROUGH
30 Hari yang
Sangat Menentukan
Keuangan Anda!

oleh: Petrus Kwik


Arsip Artikel Rohani