Jiwakupun Tenang

Ia membimbing aku ke air yang tenang; ... Mazmur 23:2
Tahukah Anda bahwa banyak manusia dicekam rasa gelisah yang amat sangat. Sungguh ironis, meski mereka kadangkala punya segala-galanya, itu tak cukup memberi rasa tenang kepada jiwa mereka. Uang yang banyak. Rumah yang megah. Mobil yang mewah. Gelar yang berderet. Popularitas yang tak usah diragukan lagi. Kedudukan yang mapan. Bahkan semua yang dimilikinya tak bisa memberikan sedikit juga rasa aman.
Mungkin seperti Elvis Presley yang dikira banyak orang sebagai manusia paling
berbahagia di dunia karena kekayaan, kemewahan, dan popularitas yang
dimilikinya. Siapa sangka semuanya itu hanya untuk menutupi jiwanya yang gelisah,
sehingga hanya untuk memejamkan mata ia harus menelan pil tidur dalam
jumlah yang sangat banyak.
Bersyukur bahwa damai yang diberikan Gembala kita berbeda dengan damai yang
diberikan dunia ini. Damai dari dunia ini bersifat sementara. Sedangkan damai
yang diberikan kepada Sang Gembala adalah kekal dan tak akan pernah bisa tercuri
oleh apapun juga.
Tak bisa tercuri oleh penyakit. Penyakit hanya bisa menggerogoti tubuh kita,
bukan jiwa kita. Damai yang tak bisa dirusak oleh situasi yang paling buruk
sekalipun. Mereka bisa membangkrutkan uang kita, tapi tak akan pernah membuat
jiwa kita menjadi miskin. Mereka bisa memenjarakan hidup kita, tapi tak akan
bisa memenjarakan hati dan sukacita kita.
Rasa tenang dan damai sejati yang sementara banyak orang mencari, kita justru merasakannya. Membiarkan Gembala menuntun kita ke air yang tenang dan merasakan damai sejati.



















