
Pengalaman Lembah

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman... Mazmur 23:4
Ketika rumput sudah menipis dan mulai habis. Seorang gembala akan menuntun kawanan dombanya melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan padang rumput yang baru. Perjalanan yang melelahkan. Kadangkala harus mengitari bukit. Menerobos semuk berduri. Menginjak bebatuan tajam. Dan biasanya akan melewati lembah curam yang sukar untuk dilalui.
Itulah pengalaman Daud yang digambarkan dalam syairnya. Sehari kemarin ia dipuja
gadis-gadis Israel, hari ini ia harus menghindar dari lemparan tombak
Saul. Tak hanya itu, ia menjadi buron dan harus berpura-pura gila. Pengejaran
yang mengancam nyawa. Bersembunyi dari gua ke gua.
Mungkin juga hari ini kita mengalami pengalaman lembah. Jalan yang harus kita
tempuh tak lagi mulus. Akrab dengan kesulitan bahkan sudah terbiasa dengan
masalah. Sungguh masa-masa sulit yang harus dijalani.
Hanya satu alasan yang membuat Daud tegar dan tak takut menghadapi semuanya
itu, karena Tuhan berada di depannya! Demikian juga ini menjadi alasan untuk
kita
tetap tegar saat melewati pengalaman lembah kehidupan. Kalau Tuhan ada di depan
kita, apalagi yang perlu kita takutkan?
Tak selamanya kawanan domba itu merasakan pedihnya duri menusuk atau tajamnya
bebatuan, atau curam terjalnya lembah yang harus dilalui. Dari kejauhan sudah
terlihat area luas berwarna hijau. Padang rumput hijau berhamparan, siap untuk
mengenyangkannya lagi. Tak selamanya hidup yang kita jalani berat. Dibalik semuanya
itu kita sedang dikenyangkan oleh kebaikanNya!








