Tak Lagi Letih

Ia menyegarkan jiwaku. Mazmur 23:3
Tak perlu menunggu ia mengatakannya. Dari sorot matanya kita tahu bahwa ia
letih. Bahunya terkulai. Langkahnya juga tak pasti. Kegetiran hidup mengurasnya.
Kekecewaan membayanginya. Beban dan tekanan hidup yang berat menindihnya. Letih.
Kawanan domba juga kenal dengan istilah letih. Menempuh perjalanan yang jauh
bisa menjadi penyebabnya. Tapi gembala punya cara sendiri untuk memulihkan
kawanan domba itu, ia membawa ke sebuah sungai yang berair tenang dan membiarkan
kawanan domba itu merasakan segarnya air yang mengalir.
Ia tahu keletihan kita. Ia tahu kita tak bisa menahan beban yang menindih lebih
lama lagi. Itu sebabnya Sang Gembala berkata lembut, "Marilah datang kepadaKu,
semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."
Kata-kata yang menyegarkan jiwa. Seperti air segar yang mengguyur.
Hanya masalahnya apakah kita mau datang kepada Gembala yang baik? Ataukah sebaliknya
kita terlalu sombong dan memilih mengeraskan hati? Tak cukup datang,
tapi juga mau mempercayakan beban kita kepadaNya. Sayangnya, beberapa orang
memilih terus menanggung beban keletihan itu. Seperti seseorang yang telah
menempuh perjalanan jauh dan ketika memutuskan untuk berhenti, ia beristirahat
dengan tas ransel berat yang terus dipikulnya! Bukankah ini sangat konyol
sekaligus bodoh?
Letakan beban kita di bawah kakiNya. Lepaskan diri dari beban yang selama ini menindih. Biarkan Ia menyegarkan jiwa kita yang letih.



















