Berlagak Kaya

Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak.-
Bagaimana kita mengatur uang akan sangat mempengaruhi kesuksesan kita. Berapa banyak sebuah usaha akhirnya mengalami gulung tikar karena si pemilik keliru mengatur uang. Uang perusahaan yang harusnya dipakai untuk keperluan usaha justru dipakai untuk hal yang sifatnya konsumtif. Akibatnya, cash flow keuangan perusahaan tersebut menjadi kacau. Modal menjadi kurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Akhirnya macet dan bangkrut. Jelas-jelas kebangkrutan tersebut bukan karena usaha tersebut tidak memberi profit, tapi karena kesalahan dalam mengatur uang.
Ron Blue, seorang konsultan keuangan, menceritakan kisah ini dalam salah satu bukunya. Seorang pria membeli sebuah jam tangan Rolex dengan harga yang sangat mahal. Pria tersebut memberi uang muka dan sisa pembayarannya akan dilunasi dengan cara diangsur. Permasalahan mulai terjadi gara-gara jam bergengsi itu. Ia kesulitan membayar jam tersebut, bahkan terbebani dengan bunga utang yang kalau dikalkulasi menunjukkan bahwa yang ia bayar adalah dua kali harga asli jam tersebut! Apakah orang ini benar-benar mampu beli jam tangan Rolex? Tentu saja tidak! Tetapi dengan membelinya, ia mungkin meninggalkan toko tersebut dengan merasa seperti seorang miliarder!
Pengeluaran kita seharusnya tidak boleh melebihi pendapatan kita. Pengeluaran harus kita sesuaikan sampai berada di bawah penghasilan kita. Jika tidak, keuangan kita pasti bermasalah. Jangan sampai kita tergoda untuk dilihat sebagai orang kaya, lalu kita menggunakan uang secara keliru. Berlagak kaya, tapi sebenarnya tidak memiliki apa-apa. Terlalu konsumtif sampai lupa bahwa ada kebutuhan-kebutuhan mendasar yang perlu dicukupi. Kalau sudah begini, kita akan memilih hutang sebagi solusi. Kita pun dililit hutang. Untuk berhutang kita harus memberikan jaminan, entahkah itu rumah, kendaraan atau barang-barang kita. Jika kita gagal membayar pinjaman, maka kita akan kehilangan barang yang kita jaminkan! Sungguh menyedihkan jika sampai hal ini terjadi. Padahal semuanya tak perlu terjadi kalau kita bisa mengendalikan arus keuangan kita.
Sesuaikanlah pengeluaran Anda sampai tingkat di bawah penghasilan Anda!
(Kwik)
» Ilustrasi Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Ilustrasi Rohani di bawah ini:

Hidup Untuk Kerja
Seorang anak bertanya pada ibunya, “Ma, kenapa mama tidak mau bermain
bersamaku?”, “Karena mama tidak punya waktu” jawab ibu anak
tersebut. Dialog pun berlanjut. “Mengapa mama tidak punya cukup waktu?”,
“Karena mama harus kerja". “Kenapa mama harus kerja?”,
“Agar mama mendapat uang”, ...

Reputasi
Setiap orang memiliki track record atau yang lebih dikenal dengan reputasi.
Reputasi merupakan pendapat umum atau pendapat orang lain tentang karakter atau
kualitas kita. Ada yang memiliki reputasi baik, namun ada juga yang memiliki
reputasi buruk. Semuanya kembali kepada diri kita sendiri. Kita harus ...

















