Renungan Kristen Spirit


Ilustrasi Rohani

John Wesley

Bacaan: Matius 25:31-46

Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan;- Matius 25:42


Pernahkah Anda mendengar nama John Wesley? Ia seorang yang patut kita teladani dalam caranya menggunakan uang. Wesley dibesarkan dalam keluarga pendeta miskin. Saat dewasa ia akhirnya menjadi pendeta juga seperti ayahnya, namun dengan nasib yang berbeda. Sebagai profesor teologia di Oxford, ia menghasilkan uang yang cukup untuk membalas kepahitan masa kecilnya yang serba kekurangan. Dengan penghasilan 30 pounds setahun, saat itu ia bisa hidup berfoya-foya dengan uangnya.

Namun ia berubah ketika suatu hari ia melihat pembantunya yang miskin berpakaian tipis di musim dingin. Ia bermaksud menolongnya dengan pemberi uang, tapi ternyata tak ada uang yang tersisa di kantongnya. Padahal dinding rumahnya berhiaskan lukisan mahal dan barang-barang mewah. Sejak saat itu ia berjanji dalam hatinya untuk membatasi penggunaan uangnya dengan bijak agar bisa menolong orang banyak.

Dari gajinya yang 30 pounds per tahun ia menyisihkan 2 pounds untuk dibagikan. Tahun berikutnya ketika gajinya naik 2 kali lipat, ia tetap menggunakan 28 ponds untuk dirinya sendiri dan membagikan sisanya 32 pounds kepada orang miskin. Tahun demi tahun ia tetap melakukan hal yang sama sekalipun gajinya telah berlipat ganda. Barulah setelah gajinya mencapai 1400 pounds, ia menaikkan taraf hidupnya menjadi 30 pounds per tahun. Sungguh luar biasa! Tak heran Allah memberikan kepadanya kepercayaan yang besar dalam hal keuangan.

Mungkin kita belum pernah mencoba berlaku se"ekstrim" John Wesley. Namun pasti Tuhan ingin anak-anak-Nya bisa belajar menggunakan uang dengan benar. Tak perlu rencana yang terlalu panjang untuk menunggu kita kaya raya dulu. Dengan apa yang ada pada kita hari ini, kita bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain. Cara seperti ini akan menghindarkan kita dari bahaya ketamakan. Belajar dari John Wesley, bahwa yang namanya kepuasaan di dunia itu tidak ada habisnya, itu sebabnya pastikan kita yang mengatur keuangan kita, bukan uang yang mengatur kehidupan kita. Dengan cara ini kiranya akan membuat kita semakin dipercaya oleh Tuhan dan kiranya Tuhan akan memakai tangan kita untuk memberkati semakin banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita.

Gunakanlah keuangan kita dengan bijak dan hindarkan diri dari kerserakahan.



(TMS)

» Ilustrasi Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.

Baca Juga Ilustrasi Rohani di bawah ini:

Reputasi

Setiap orang memiliki track record atau yang lebih dikenal dengan reputasi. Reputasi merupakan pendapat umum atau pendapat orang lain tentang karakter atau kualitas kita. Ada yang memiliki reputasi baik, namun ada juga yang memiliki reputasi buruk. Semuanya kembali kepada diri kita sendiri. Kita harus ...


Konsistensi

Saya memiliki beberapa rumah makan favorit. Kalau sedang ingin menikmati Chinese food, saya pasti ke rumah makan yang itu dan bukan yang lain. Kalau saya ingin mencicip soto, saya biasanya pergi ke tempat itu juga. Mengapa saya memilih untuk pergi ke rumah makan yang ...

SPIRIT JUNIOR MAR. 2012
"Aku Berprestasi"
Bonus :
Buku Saku Dokter Kecil


SPIRIT AKTIVITAS MAR. 2012
"Yuk Berbagi"
Bonus :
Tempat Pensil


RENUNGAN SPIRIT MAR. 2012
"Mengapa Bukan Aku?"
Bonus HandBook:
The Hidden Sin


SPIRIT MOTIVATOR MAR. 2012
"Jadilah Motivator!"
Bonus SmartBook:
Spreading Energy, Spreading Positivity


SPIRIT GIRLS MAR. 2012
"I Am Beautiful"
Bonus:
Cutie Diary


SPIRIT WOMAN MAR. 2012
"Sendiri Memimpin Bahtera"
Bonus:
Tegar dalam Kesendirian


SPIRIT NEXT MAR. 2012
"Galau No More"


SPIRIT PENUAI MAR. 2012
"The Power of Impact"
Bonus: Menjadi Manusia Berpengaruh
Buku FAITH BREAKTHROUGH
30 Hari yang Sangat Menentukan
Hidup Anda!

oleh: Petrus Kwik


Buku CAREER BREAKTHROUGH
Mengalami Terobosan
Karir Luar Biasa Dalam 30 Hari

oleh: Petrus Kwik


Buku FINANCIAL BREAKTHROUGH
30 Hari yang
Sangat Menentukan
Keuangan Anda!

oleh: Petrus Kwik