Konsistensi

Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.- Amsal 4:24
Saya memiliki beberapa rumah makan favorit. Kalau sedang ingin menikmati Chinese food, saya pasti ke rumah makan yang itu dan bukan yang lain. Kalau saya ingin mencicip soto, saya biasanya pergi ke tempat itu juga. Mengapa saya memilih untuk pergi ke rumah makan yang sama berulangkali? Tentu saja karena rumah makan itu konsisten dengan cita rasa makanannya. Apa jadinya jika di hari Minggu rasa masakannya sangat manis, lalu hari Senin menjadi terlalu pedas, hari berikutnya menjadi hambar dan rasa yang terus berubah-ubah sesuai dengan hari yang terus berganti? Tentu saja rumah makan tersebut tidak akan mendapatkan pelanggan.
Mengapa kita memilih satu merk dan mengabaikan merk yang lain? Tentu konsistensi jawabannya. Apa jadinya jika merk itu tidak konsisten dalam menjaga kualitas produknya? Saya bisa menebak kalau nama merk itu akan hancur dan tidak akan diminati lagi. Demikian juga halnya dalam sebuah hubungan. Tentu saja kita akan merasa aman dengan orang yang punya konsistensi. Kita akan aman dalam berbisnis di saat memiliki relasi yang konsisten. Bayangkan saja jika relasi kita mengidap penyakit inkonsistensi dan bekerja semaunya sendiri? Tentu semua akan menjadi kacau.
Setiap orang menginginkan konsistensi. Setiap orang menghargai konsistensi. Itu sebabnya konsistensi menjadi syarat mutlak dalam meraih kesuksesan. Sebagai seorang pebisnis maupun pekerja, kita perlu memiliki konsistensi. Miliki kualitas kerja terbaik yang konsisten. Jadilah orang yang andal, cakap dan selalu bisa dipercaya. Sikap konsisten jelas lebih dari sekedar baik saja. Sikap konsisten adalah kualitas baik yang dihasilkan secara terus menerus. Dengan memiliki konsistensi, reputasi yang baik akan melekat pada diri kita. Ujung-ujungnya, hal tersebut akan menguntungkan diri kita sendiri. Sebaliknya, jika kita bersikap inkonsisten, reputasi buruk juga akan melekat pada diri kita. Akibatnya, kita akan kehilangan banyak kesempatan untuk mencapai kesuksesan. Anda termasuk kelompok yang mana?
Banyak orang tidak bisa meraih kesuksesan hanya karena tidak konsisten, bukan karena yang lain.
(Kwik)
» Ilustrasi Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Ilustrasi Rohani di bawah ini:

Bisa Dipercaya
Siapa yang tak ingin menjadi orang yang dipercaya? Siapa yang tak suka menjadi
orang kepercayaan Sang Big Boss? Orang yang ingin meningkatkan karirnya selalu
ingin menjadi orang yang dipercaya. Masalahnya menjadi orang yang dipercaya
bukanlah hal yang mudah. Lamanya kita bekerja, kepandaian kita, gelar ...

Budaya Beribadah
Makan itu ada budayanya sendiri. Tiap daerah memiliki budaya yang berbeda.
Pergilah ke daratan Cina, Anda harus bersiap-siap menggunakan sumpit sebagai
ganti sendok dan jangan kaget atau merasa aneh kalau mereka yang duduk semeja
dengan Anda bersendawa dengan bebasnya. Budaya Latin juga berbeda, kalau ...

















