Pemimpin Sejati

Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, ... maka ia menjadi pemimpin mereka. - I Samuel 22:2
Pemimpin sejati bukanlah seseorang yang memerintah orang lain karena kedudukan atau jabatan yang dimilikinya. Banyak orang juga bisa mengendalikan orang lain dengan posisi atau wewenang yang ia miliki. Pemimpin sejati bukanlah mereka yang memiliki pengikut karena memberi imbalan atau janji. Banyak orang mengikuti seorang pemimpin bukan karena pribadi pemimpin tersebut, namun karena tergiur dengan keuntungan yang bisa ia dapatkan. Pemimpin sejati adalah mereka yang berhasil memberikan pengaruh positif, sehingga dengan sukarela banyak orang mengikutinya, bukan karena kedudukan atau imbalan yang akan didapatkan.
Daud mendapatkan banyak pengikut yang setia, berkomitmen dan luar biasa ketika berada dalam pelarian di gua Adulam. Daud memiliki kualitas sebagai pemimpin sejati karena:
- Daud tidak mengejar atau memaksa orang-orang untuk mengikutinya, melainkan dengan kesadaran dan kerelaan mereka memberi diri dipimpin oleh Daud.
- Daud mendapatkan kesetiaan yang mendalam dari mereka tanpa pernah berusaha mendapatkannya.
- Daud berhasil mengubah kehidupan orang-orang yang mengikutinya.
- Daud berjuang berdampingan dengan orang-orang ini dan menjadikan mereka pemenang dan orang-orang yang luar biasa.
Latar belakang pengikut-pengikut Daud sangatlah buruk. Mereka berada dalam kesukaran, dikejar tukang piutang, bahkan orang-orang yang sakit hati. (I Sam 22:2) Namun di tangan Daud mereka sekarang menjadi pahlawan-pahlawan yang luar biasa (II Sam 23: 8-39). Isyabal membunuh 800 musuh dalam suatu peperangan. Eleazar mengalahkan musuh sampai tangannya seperti melekat pada pedangnya. Sama mempertahankan tanah seorang diri melawan pasukan musuh dan berhasil menghalaunya. Jika Anda seorang pemimpin, apakah Anda sudah menjadi pemimpin sejati dan bukan sekedar pemimpin karena kedudukan belaka?
Kepemimpinan bukan bicara soal kedudukan, kepemimpinan berbicara soal pengaruh.
(Kwik)
» Ilustrasi Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Ilustrasi Rohani di bawah ini:

Kelumpuhan Karir
Kita merasa jenuh dengan pekerjaan. Kita bermalas-malasan pergi ke tempat kerja.
Selalu saja ada alasan untuk ijin atau mengambil cuti. Kita tidak memiliki antusias
dalam bekerja. Kinerja kita tidak meningkat tapi menurun. Grafik kita statis
dan bukan dinamis. Kreatifitas kita mati dan miskin inovasi. ...

Pengharapan
Ketika seorang petani mengolah tanah, menaburkan benih, memberi pupuk, memberikan
sistem pengairan yang baik, menjaga ladangnya dari hama, dan merawatnya dengan
intensif, petani tersebut memiliki sebuah harapan bahwa apa yang dilakukannya
akan menghasilkan hasil panenan yang besar. Tidak ada petani yang tidak mengharapkan
...



















