Renungan Kristen Spirit


Ilustrasi Rohani

Tiga Tipe Pemberi

Bacaan: Amsal 11:24-26

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya ...- Amsal 11:24


Kita semua tentu pernah memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Hanya saja motivasi kita memberi itu berbeda-beda. Ada yang memberi karena ada pamrih terselubung. Ada juga yang memberi karena terpaksa. Tapi ada juga yang memberi karena ketulusan hati dan ekspresi kasih.

Ada tiga macam pemberi. Si batu api, si spon dan si sarang lebah. Untuk mendapatkan si batu api, Anda harus menghantam dia. Walau sudah dihantam, biasanya Anda hanya mendapat sedikit serpihan dan percikan bunga api. Pelit untuk memberi. Kalau pun mau memberi itu selalu dengan pertunjukan besar-besaran. Pemberi macam ini akan selalu menuntut kalau namanya harus diumumkan dan berharap semua orang tahu.

Ada si spon. Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, Anda harus memerasnya lebih dulu, kalau perlu dengan aksi mengancam segala. Barulah si spon mau memberi. Memberi karena terpaksa. Memberi bukan dari hati.

Yang terakhir adalah pemberi tipe sarang lebah. Sarang lebah senang memberi, tanpa tekanan dan tanpa harus menunggu lebih dulu seseorang merengek-rengek kepadanya. Dia membiarkan madu yang dihasilkan terus mengalir agar orang yang sedang membutuhkannya bisa mendapatkannya. Uniknya, sarang lebah tidak akan pernah kehabisan. Ia akan selalu memberi, memberi dan selalu ada saja madu yang diberikannya, seolah tidak ada habisnya. *

Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kita pemberi macam bunga api yang selalu gembar-gembor ke sana ke mari untuk mengumumkan kedermawanan kita? Apakah kita pemberi macam spon yang menunggu ditekan dan dipaksa dulu? Ataukah kita seperti sarang lebah yang memberi karena ketulusan? Memberi karena ada iman bahwa yang telah mereka berikan akan segera diganti dengan baru. Berharap bahwa kita semua adalah orang Kristen yang suka memberi. Memberi karena ketulusan dan ekspresi kasih. Hal yang paling unik soal memberi adalah kita tidak akan pernah kekurangan di saat kita memberi. Tak pernah ada orang yang jatuh miskin karena ia memberi. Mengapa? Karena Tuhan selalu menggantinya dengan berkat yang selalu baru.

Apakah kita sudah menjadi pemberi yang tulus?



(Kwik - Paul Lee Tan, Encyclopedia of 7700 Illustrations)

» Ilustrasi Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.

Baca Juga Ilustrasi Rohani di bawah ini:

Find and See

Pelikan adalah burung penangkap ikan yang ulung. Tetapi di kota Monterey, California hal seperti ini tidak terjadi. Di kota ini, burung-burung pelikan tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan ikan, karena banyak sekali pabrik-pabrik pengalengan ikan. Selama bertahun-tahun mereka berpesta dengan ikan-ikan yang berserakan. ...


Kesalahan

Memang tidak ada orang yang sempurna. Memang tidak ada manusia yang anti kesalahan. Memang melakukan kekeliruan itu adalah hal yang wajar. Namun hendaklah hal-hal tersebut tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak bisa menghasilkan kualitas kerja yang terbaik. Pernahkah kita membayangkan seandainya kita memberikan ...

SPIRIT JUNIOR SEPTEMBER 2014
"Aku Diberkati"
Bonus :
Buku Asah Otakt


SPIRIT AKTIVITAS SEPTEMBER 2014
"Jangan Jajan Sembarangan"
Bonus :
Kwartet Seri 3


RENUNGAN SPIRIT SEPTEMBER 2014
"Bahaya Kesombongan"
Bonus HandBook:
Makin Rendah, Makin TInggia


SPIRIT MOTIVATOR SEPTEMBER 2014
"Give Respect Get Respect"
Bonus SmartBook:
Membangun Budaya Saling Menghormati

SPIRIT GIRLS SEPTEMBER 2014
"What Genre is Your Life?"
Bonus:
Cutie Diary


SPIRIT WOMAN SEPTEMBER 2014
"Satu Janji, Satu Hati"
Bonus:
Setia Menjaga Kesetiaan


SPIRIT NEXT SEPTEMBER 2014
"y Bro, My Sis, My Enemies"


SPIRIT PENUAI SEPTEMBER 2014
"More for The Less"
Bonus: Mengistimewakan yang Biasa
Buku FAITH BREAKTHROUGH
30 Hari yang Sangat Menentukan
Hidup Anda!

oleh: Petrus Kwik


Buku CAREER BREAKTHROUGH
Mengalami Terobosan
Karir Luar Biasa Dalam 30 Hari

oleh: Petrus Kwik


Buku FINANCIAL BREAKTHROUGH
30 Hari yang
Sangat Menentukan
Keuangan Anda!

oleh: Petrus Kwik