Kiat Sukses

Asal Bapak Senang

Bacaan: Amsal 23:1-16

Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur.- Amsal 23:16


 

Jika Anda seorang pekerja atau seorang staf dalam sebuah perusahaan, ini adalah soal menghargai atasan! Menghargai atasan jelas beda jauh dengan menjilat atasan. Jadi jangan berpikir bahwa saya sedang mengajak Anda untuk menyenangkan atasan secara berlebihan dengan tendensi-tendensi tertentu. Sejujurnya saya sendiri juga sebal jika melihat seorang karyawan melakukan aksi "Asal Bapak Senang". Senyum yang dibuat-buat, ekspresi wajah yang sengaja dimanis-maniskan, tertawa berlebihan saat mendengar lelucon atasan yang sama sekali tidak lucu, padahal sebenarnya ia tidak melakukan semuanya itu dengan ketulusan.

Menghargai atasan berarti kita menaruh respek dan kepercayaan terhadap seseorang sebagai atasan kita. Kita melakukan pekerjaan dengan kualitas kerja terbaik karena ada value, baik itu bagi kemajuan perusahaan yang notabene telah menggaji kita, selain itu juga baik bagi kemajuan diri. Bukan sekedar kita ingin atasan tersenyum lebar dan tertawa senang. Jika motivasi kita hanya asal bapak senang, maka kualitas kerja kita akan menjadi berubah seratus delapan puluh derajat saat atasan sedang tidak bersama dengan kita. Seperti pepatah kuno berkata, kucing pergi tikus berpesta!

Lakukan pekerjaan dengan kualitas terbaik, entahkah atasan bersama Anda atau tidak! Itulah orang yang benar-benar menghargai atasan. Untuk melihat seperti apa Anda yang sebenarnya dalam pekerjaan tidaklah terlalu sulit, yaitu ketika tak ada atasan yang mengawasi Anda! Saya tahu persis rasanya jadi seorang atasan. Seorang atasan akan tahu apakah pekerjanya itu benar-benar menaruh respek dan menghargainya dengan sungguh-sungguh, ataukah ia hanya sekedar cari muka saja. Semakin kita menghargai atasan dengan sungguh-sungguh, maka ia juga akan menghargai kita. Namun sebaliknya jika kita melakukan aksi Asal Bapak Senang, maka ia akan "mentertawakan" kekonyolan sikap kita dan semakin kehilangan respek atas kita. Bagaimanapun juga nilai ketulusan akan terus berlaku!

Menghargai didasari dengan ketulusan, menjilat didasari dengan kepalsuan.



(Kwik)

» Kiat Sukses ini diambil dari Renungan Harian Spirit Motivator
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.

Baca Juga Kiat Sukses di bawah ini:

Bukan Musuh

Jika saja kita punya sudut pandang yang benar atas setiap masalah yang sedang kita hadapi, tentu kita tak perlu takut, apalagi menjadi alergi dengan masalah. Masalah bukanlah musuh, masalah adalah sahabat. Jika manusia tidak pernah mengenal masalah, saya tak yakin apakah manusia bisa jadi ...


Kekuatan Merk

Cukup mengherankan melihat fakta bahwa kegiatan marketing on-line di Indonesia tak bisa berjalan cepat seperti halnya di Amerika Serikat maupun di negara-negara Eropa. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, namun penyebab utamanya adalah rendahnya tingkat kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk yang belum ...


SPIRIT NEXT
APRIL 2010

"The Visionaries"

SPIRIT PENUAI
APRIL 2010

"Hamba Tuhan Palsu"
Bonus:
Ajaran-ajaran Bidat

RENUNGAN SPIRIT
APRIL 2010

"Heal Me Lord"
Bonus HandBook:
Bilur-Nya Menyembuhkan

SPIRIT JUNIOR
APRIL 2010

"Kematian-Nya Kehidupanku"
Bonus :
Keranjang Telur Paskah

SPIRIT MOTIVATOR
APRIL 2010

"Legacy"
Bonus SmartBook:
What to Do for a Better Family Future

SPIRIT GIRLS
APRIL 2010

"Jesus My Hero"
Bonus Cutie Diary

SPIRIT WOMAN
APRIL 2010

"Kemenangan dalam Kebangkitan"
Bonus: Saatnya Perempuan Bangkit