Bukan Religi

Dan pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia.- Lukas 21:38
Kalau kita membaca sejarah kelam gereja di tahun 1208 -1834 pada masa Paus dan Inkuisisi berkuasa, tak bisa dibayangkan betapa mengerikannya dampak buruk dari tindakan orang-orang yang mengatasnamakan agama. Setiap orang yang tidak setuju dengan gereja langsung dianiaya dengan cara yang sangat keji, bahkan dibakar hidup-hidup, serta dirampas seluruh harta bendanya. Tidak ada lagi kasih, kekudusan, belas kasihan, atau kebaikan seperti yang tercermin dalam Firman Tuhan.
Sampai hari ini pun kita masih melihat begitu banyak nyawa menjadi korban ketika orang-orang mulai bertikai karena masalah agama. Bukankah sungguh ironis melihat orang-orang yang beragama dan percaya bahwa Allah sungguh ada, justru melakukan serentetan tindakan kekejaman demi agama itu sendiri? Perang antar agama, terorisme, pembantaian, permusuhan dan pertikaian masih berlangsung hingga hari ini.
Mungkin kita memang enggak secara langsung terlibat dalam urusan semacam itu. Namun apakah ternyata kita juga turut menyuburkan benih kebencian antar agama dalam kehidupan kita sehari-hari? Apakah kita bersikap sinis terhadap orang yang memeluk agama lain? Apakah kita menghina kepercayaan yang dianut orang lain? Apakah kita menyampaikan berita Injil bukan dengan kasih namun dengan paksaan?
Girls, sadarkah kita bahwa misi kelahiran Yesus ke dunia ini bukanlah untuk
mendirikan sebuah agama? Kristus datang untuk melakukan penebusan atas dosa
manusia, supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Kita menyampaikan Injil bukan untuk memperbesar agama Kristen, melainkan untuk
memberitahukan kepada orang bahwa Kristus adalah jalan. Kita tidak perlu memaksa
orang untuk percaya kepada Injil. Kita juga tidak perlu membenci mereka yang
menolak Injil. Bukankah Kristus juga tidak pernah memaksa orang untuk menjadi
pengikut-Nya? Teladanilah Yesus yang bisa menarik orang datang kepada-Nya karena
karya kasih-Nya.
(tms)
» Renungan Khusus Muda Remaja ini diambil dari Renungan Harian Spirit Girls
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Renungan Muda Remaja di bawah ini:

Kasih Sejati
Apakah dia cocok buatku? Pertanyaan itulah yang sering kita lontarkan kalo mempertimbangkan soal jodoh. Kita menimbang kualitas calon pacar supaya kita enggak kecewa di kelak kemudian hari. Tapi pernahkah kita berpikir,”Apakah aku cocok buat dia?” Apakah kita mempertimbangkan kualifikasi kita sendiri agar memenuhi kebutuhan pasangan kita? Ternyata pertanyaan seperti itu ...

Jangan Ditutupi
Dea punya masalah dengan BB. Meski setiap hari udah mandi 2 kali sehari, tapi
beberapa saat setelah mandi dan beraktifitas, selalu datang bau badan yang
enggak diharapkan itu. Dea merasa minder tiap kali bau badannya mulai muncul.
Masa sih cantik tapi bau... iiih enggak ...



















