Jangan Keraskan Hati!

-
Ketika sedang mengetik, mata saya selalu memperhatikan setiap karakter yang muncul di layar monitor laptop saya. Kalau ada kesalahan ketik, saya akan segera menghapus dan menggantinya saat itu juga. Ini sudah menjadi kebiasaan sejak dulu sehingga hasil ketikan tidak akan jadi berantakan. Namun, ada juga kebiasaan orang yang berbeda. Saat mengetik, ada orang yang malas memperhatikan apakah ada kesalahan ketik. Akibatnya, hasil ketikannya tidak nyaman dibaca karena banyak kesalahan kecil di sana-sini. Parahnya lagi, bila kebiasaan ini dipelihara terus menerus, orang ini akan menjadi pribadi yang teledor yang suka membiarkan kesalahan yang dianggapnya sepele. Hasil kerjanya adalah asal selesai saja.
Ini adalah contoh sepele dari karakter manusia yang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan yang nampaknya remeh. Orang yang terbiasa menebalkan telinga akan menjadi pribadi yang bebal dan tidak peka terhadap situasi di sekelilingnya. Orang yang terbiasa mengabaikan nasihat akan menjadi keras kepala sampai akhir hayatnya.
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang yang lembut hati, bukan yang keras hati. Orang yang keras hati disebut sebagai orang yang bodoh. Dan menariknya, kita bisa menjadi orang yang keras hati bukan mendadak secara tiba-tiba. Kekerasan hati terbentuk dari proses. Ibarat kerak pada teko air yang dibiarkan menumpuk terus menerus hingga makin tebal dari hari ke hari.
Ketika Firman Tuhan menegur kita, jangan suka mengabaikannya. Sekali kita mengabaikannya, dua kali kita membiarkannya, lama-lama kita benar-benar menjadi tuli dan tidak bisa lagi mendengar suara-Nya. Adalah lebih bijaksana bila kita memiliki hati yang lembut, yang mudah menerima teguran dan mengakui kesalahan. Dengan demikian kita bisa memperbaiki kesalahan itu segera sebelum jadi bola salju yang terus membesar. Ketika Firman Tuhan menegur kita, jangan mengabaikannya. Ketika nasihat ortu dilontarkan, jangan mengabaikannya. Jangan menjadikan telinga kita sendiri menjadi tuli. Justru pertajam pendengaranmu menjadi semakin peka dari hari ke hari.
(TMS)
» Renungan Khusus Muda Remaja ini diambil dari Renungan Harian Spirit Girls
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Renungan Muda Remaja di bawah ini:

Anti property
Bagaimana cara kita memandang kemiskinan saat ini? Ada sebagian orang menganggap kemiskinan adalah kesalahan seseorang yang harus ditanggungnya sendiri. Benarkah hal ini? Tidak sepenuhnya. Memang ada orang yang menjadi miskin karena kesalahannya sendiri misalnya karena judi, alkohol, boros, dsb. Tapi tidak sedikit sebenarnya orang yang menjadi miskin karena keadaan yang ...

Berani Mencoba
“Siapa yang bersedia maju ke depan untuk mencoba?” pertanyaan semacam
ini seringkali kita dengar di sekolah, di ruang kuliah, atau di lokasi training.
Guru, dosen ato mentor biasanya mencari sukarelawan yang mau mencoba hal baru
yang mereka ajarkan. Anehnya, enggak semua orang antusias untuk ...



















