Jangan Ditutupi

-
Dea punya masalah dengan BB. Meski setiap hari udah mandi 2 kali sehari, tapi beberapa saat setelah mandi dan beraktifitas, selalu datang bau badan yang enggak diharapkan itu. Dea merasa minder tiap kali bau badannya mulai muncul. Masa sih cantik tapi bau... iiih enggak banget! Itulah sebabnya Dea punya ide untuk membeli splash cologne dan parfum untuk mengatasi masalahnya. But, bukannya BB jadi hilang, yang ada justru aroma baru yang menyengat dan memabukkan. Parfum yang wangi bercampur dengan keringat Dea menghasilkan semacam obat bius bagi teman-temannya.
Tau kan kenapa bisa begitu? Keringat bau dan berlebih enggak bisa kita tutupi dengan semprotan parfum atau cologne. Yang harus dilakukan Dea seharusnya adalah mengobati masalah BB nya dulu, lalu barulah memakai wewangian. Jangan mencoba menutup bau badan dengan minyak wangi! Begitu juga dengan masalah dalam hidup kita. Jangan pernah menutupi masalah supaya enggak nampak dalam hidup kita. Masalah ada untuk kita hadapi, kita pecahkan dan kita atasi, bukannya kita tutupi atau kita anggap sepi. Kalau kita menutup-nutupi masalah yang kita miliki, cepat ato lambat kita bakalan mencium aroma masalah lain yang lebih menyengat.
Curiga ama sang pacar? Enggak sreg dengan kata-kata yang dilontarkan ortu? Ato bermasalah dengan keinginan daging berbuat dosa? Jangan abaikan masalahmu itu. Kalo kita punya ganjalan hati dengan seseorang, segera saja utarakan dengan kepala adem. Kalo kita punya masalah dalam hubungan kita dengan Tuhan, segera duduk dan berdoa minta ampun dan jalan keluar kepada-Nya. Apapun masalah yang muncul dalam hati kita, Tuhan pengen mendengarnya dari mulut kita sendiri dan menolong kita mengatasinya bersama. So, jangan pernah tutupin masalahmu!
(TMS)
» Renungan Khusus Muda Remaja ini diambil dari Renungan Harian Spirit Girls
» Anda dapat memesan versi cetaknya dengan cara mengisi formulir pemesanan.
Baca Juga Renungan Muda Remaja di bawah ini:

Attention Seeker
“Kalo elo enggak menelpon gue sekarang juga, jangan pernah hubungi gue lagi!”
Roger terheran-heran membaca SMS dari Sandy, pacarnya itu. Sudah kesekian
kalinya Sandy selalu menggunakan kalimat-kalimat yang eksentrik untuk mengancam
atau memaksa Roger melakukan kemauannya. Sebenernya Sandy enggak bener-bener
sekejam itu ...

Pesan Terakhir
Bagaimana seandainya kita menjadi orang yang menerima pesan-pesan terakhir
dari seseorang menjelang kepergiannya? Misalnya dari kakek-nenek ato dari ortu
menjelang detik-detik terakhir hidup mereka. Tentu kita akan mengingat pesan-
pesan terakhir itu baik-baik dan sedapat mungkin melaksanakannya. Pesan terakhir
yang disampaikan biasanya ...

















