Penulis: Tetty Herawati Gultom
Bacaan: Ratapan 3
Nats: Ratapan 3:25-26
TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.
Hari-hari terasa indah saat aku masih bersama dengan orang yang kusayangi seperti teman-temanku,kekasihku dan yang paling dekat adalah keluargaku. Namun apa yang terjadi suatu hari aku merasa kesepian membelenggu pikiran dan hidup yang dibarengi dengan masalah, saat aku merasa terpuruk dalam keadaan kosong, sepi, sendiri tiada yang lain selain kehampaan. Disaat sahabatku menjauh dariku, keluarga yang seakan acuh tak acuh terhadapku mereka yang tidak mengetahui masalahku, kekasihku pergi menghilang entah dimana bagai burung yang tak ingat kembali ke sarangnya.
Kosong, hampa membutakan diri seakan aku berada ditengah maraknya bising kota ini tapi aku merasa kosong kesepian yang ada tak ada satupun yang melihatku ada ditengah mereka. Tapi aku tak peduli aku ratapi diri dengan pikiran kosong, tatapanku kosong tak ada tujuan untuk melihat kedepan rasanya semua gelap.
Bila malam tiba derai air mata tanpa sebab yang bisa menemani kucoba bertahan dengan kehampaan ini tapi apa daya semua hilang, tak sangka hati semua berlalu dengan kosong dan hilang ditelan bumi. Namun satu hal yang membuat aku bisa bertahan dalam kosong itu adalah dengan cara mengingat bahwa Tuhan masih ada untukku, Tuhan itu tidak tidur Dia melihat hamba yang sedih hatinya,aku mencoba terus mengingat bahwa benar firmanMu dalam kitab Ratapan 3 : 57 : “Engkau dekat takkala aku memanggilMu Engkau berfirman Jangan Takut !”
Sampai dengan saat ini aku masih mengandalkan Tuhan Yesus dalam hidupku tiada yang lain selain diri-Nya. Mujizat itu nyata dalam kasih-Nya. Bahkan saat paling menakutkan sekalipun aku tak pernah ragu lagi kini aku diberi kesempatan oleh Tuhan supaya aku berbagi berkat dengan semua orang yang merasa dirinya masih dibelenggu oleh dosa.Kini aku tidak lagi kosong aku selalu mengisi kekosongan itu dengan banyak kegiatan aku menulis semua tentang kisah hidupku didalam harian spirit ini, karna Tuhan merupakan motivasi dalam hidupku. Kuraih kebahagian dengan memulainya dengan ujung jemariku menjadi Penulis. Aku berharap pembaca bisa mengambil hikmat dari tulisan ini, janganlah kamu merasa sendiri sebab kesusahan sehari cukuplah hanya sehari, raihlah apa yang bisa menjadi impianmu, karna apa yang tak mungkin di mata manusia mungkin dimata Allah yang kita percayai sampai mujizat menjadi nyata.•Tetty Gultom
Ketika kosong menghampiri cobalah untuk mengisi kosong itu dengan doa.
Penulis: Tetty Herawati Gultom
Usia: 20
Kota: Medan
» Artikel Rohani ini merupakan kiriman dari pembaca Renungan Spirit
» Anda juga dapat berpartisipasi dengan mengirim lewat formulir kirim tulisan.
Ingin mengirimkan tulisan? Silakan klik disini.

















