Hati Hamba
Penulis: Richard Try Gunadi RBacaan: Keluaran 4:1-17
Nats: I Timotius 6:7
Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
Manusia lahir ke dunia entah dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda,
tidak membawa apa-apa. Saat lahir ke dunia, kita dilahirkan dengan keadaan
telanjang dan tidak memiliki kemampuan apapun untuk bertahan hidup. Tuhan, orang
tua dan saudara-saudara kita yang mengasihi dan merawat dengan telaten sampai
beranjak dewasa dan bisa memenuhi sendiri semua kebutuhan kita. saat mati, kita
pun tidak bisa membawa apa-apa keluar dunia ini, semiskin atau sekaya apapun
kita. kita mati, orang lain yang merawat jenazah kita, mengatur penguburan,
upacara gereja dan mengantarkan ke peristirahatan terakhir.
Pertanyaannya sekarang, untuk apa manusia dilahirkan? Apakah hanya sekedar
lahir, hidup, bekerja, menikah, menjadi tua kemudian mati? Tentu Tuhan tidak
ingin kita hidup hanya sekedar hidup tanpa melakukan apapun untuk Dia. Saat
lahir dan mati kita memang tidak membawa apa-apa, namun saat hidup di dunia kita
bisa meninggalkan sejarah kehidupan yang bisa mengubah dunia. Ada banyak tokoh
dalam Alkitab yang Tuhan pakai secara luar biasa dan namanya terus di kenang
sampai sekarang. Mereka dilahirkan ke dunia sama seperti kita, namun dalam
kehidupan pribadinya mereka melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Contoh tokoh
Alkitab yang memiliki hati hamba adalah Musa. Musa yang seorang gembala kambing,
Tuhan pakai dia untuk menolong bangsa Israel keluar dari Mesir. Pada awalnya
Musa menolak dengan berbagai alasan, namun akhirnya dia patuh akan perintah
Allah dan menjadi pemimpin umat Israel.
Renungan hari ini meninggalkan beberapa pertanyaan untuk kita semua, sudahkan kita mempunyai hati seorang hamba yang mau taat dan setia akan perintah Tuhan? Apakah selama ini kita hidup hanya untuk menyenangkan diri sendiri dan tidak memperdulikan orang lain? Tergerakkah hati kita untuk membantu saudara yang kesusahan ataukah tidak ambil peduli walaupun kita tahu, kita sanggup menolongnya? Saudaraku, kita hidup di dunia hanya sementara. Sekaya atau semiskin apapun kita sekarang, kita tidak dapat membawa harta kita keluar dari dunia ini. Saat kita mati, Tuhan tidak akan bertanya seberapa banyak harta yang berhasil dikumpulkan atau seberapa pintar kita belajar. Namun Dia bertanya perbuatan apa yang telah kita lakukan di dunia dan apakah kita sudah melakukan perintahnya sama seperti seorang hamba yang melakukan perintah tuannya. Mari taat akan perintah Tuhan dan miliki hati sebagai hamba saat melakukan perintah- Nya. Tuhan memberkati.
Penulis: Richard Try Gunadi R
Usia: 23
Kota: Semarang
» Artikel Rohani ini merupakan kiriman dari pembaca Renungan Spirit
» Anda juga dapat berpartisipasi dengan mengirim lewat formulir kirim tulisan.
Ingin mengirimkan tulisan? Silakan klik disini.



















