
Remote Control

kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.- Ulangan 30:19
Saat melihat televisi, saya selalu memastikan bahwa remote control itu ada di dekat saya. Ketika tayangan tak lagi menarik atau karena iklan yang numpang lewat, maka saya segera ambil remote dan segera pencet sana sini untuk mencari channel lain yang lebih menarik. Ketika saya mulai memencet satu tombol, maka televisi secara otomatis akan mengikuti semua perintah yang dikendalikan oleh remote. Boleh dikata kalau remote adalah pengendali sedangkan pesawat televisi adalah obyek yang dikendalikan.
Banyak orang berpikir bahwa kehidupan kita di dunia ini mirip dengan televisi, diset secara otomatis untuk bisa dikendalikan oleh remote. Membayangkan Tuhan duduk di atas tahtaNya di sorga sambil membawa “remote kehidupan” lalu mengarahkan remote itu kepada kita sehingga mau tidak mau kita harus menuruti keinginan Sang Pengendali.
Kita tidak diciptakan seperti itu. Kita diciptakan dengan kehendak bebas, sehingga kita bebas menentukan pilihan-pilihan hidup. Tuhan tidak menggenggam remote itu erat-erat untuk mengendalikan kita bak mengendalikan robot. Sebaliknya Ia memberikan remote itu kepada kita dan memberi kebebasan sepenuhnya. Kebebasan untuk memilih taat atau berontak. Untuk hidup benar atau hidup dalam dosa. Memilih berkat atau kutuk. Hidup kudus atau cabul. Memilih merdeka atau memilih terikat.
Setiap pilihan akan mengandung konsekuensi. Seperti halnya ketika manusia pertama memilih untuk melanggar perintah Tuhan, maka manusia dikuasai oleh dosa. Seperti ketika Yesus sedang berdoa di taman Getsemani dengan dua cawan yang ada di depannya dan ketika Ia memilih mengambil cawan penderitaan, maka karya keselamatan terjadi dalam kehidupan manusia. Kita diberi kebebasan dengan segala konsekuensi yang mengikutinya. Itu sebabnya pengertian kebebasan lebih pas kalau dikatakan sebagai kebebasan yang bertanggung jawab. Itu seperti ketika seseorang mempercayakan sesuatu kepada Anda, lalu apakah Anda akan menyalahgunakan kepercayaan itu? Justru karena Anda mendapat kepercayaan, tentu Anda akan lebih hati-hati menggunakannya. Demikian halnya dengan kebebasan yang Tuhan percayakan kepada kita.
Daftarlah semua kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita. Berapa persen kita
menyalahgunakan kebebasan yang sudah Tuhan berikan?
(Kwik)
» Renungan ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetak dari renungan di atas dengan cara mengisi formulir pemesanan.








