Renungan Kristen Spirit


Renungan Harian Kristen - 17 September 2014

Yesus Miskin?

Bacaan: Yohanes 10:1-21

Aku datang supaya mereka mempunyai hidup ... dan dalam segala kelimpahan.- Yohanes 10:10


Bukankah Alkitab berkata bahwa orang kaya akan sukar masuk ke dalam kerajaan surga? Bukankah Yesus kita miskin sampai-sampai Ia harus lahir di kandang yang hina? Bukankah Yesus pernah berkata kalau Anak Manusia tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepalaNya?

Geli juga mendengar sebuah pandangan ekstrim yang berkata bahwa menjadi miskin di dunia ini adalah kehendak Allah. Jangan keliru, kemiskinan tak membuat kita menjadi lebih rohani. Kemiskinan bukan berarti akan melicinkan jalan kita untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Apakah Yesus benar-benar miskin seperti yang diduga oleh banyak orang? Berseberangan dengan pandangan ekstrim itu, ijinkan saya dengan rendah hati menyampaikan beberapa argumen yang mungkin saja bisa mengubah cara pandang Anda tentang hal ini.

Ingat, Yesus lahir di kandang yang hina bukan karena Yusuf dan Maria tidak punya uang untuk cari hotel berbintang. Mereka mungkin telah telusuri semua hotel yang ada, bahkan Ritz yang sangat bergengsi itu telah didatanginya. Bagaimanapun juga suite room atau bahkan president room sudah terisi, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali sebuah kandang domba yang sederhana. Yesus lahir di dalam kandang bukan karena Ia miskin, tetapi karena Ia rendah hati sehingga gembala yang sederhana bisa datang menyembahNya tanpa ragu.

Satu fakta lagi yang menunjukkan bahwa Yesus kita tidak miskin adalah Ia mengenakan jubah terusan yang sangat mahal. Itu sebabnya saat Ia disalib, jubahNya diperebutkan oleh tentara Romawi dengan undi karena begitu mahalnya jubah Yesus itu. Lalu bagaimana dengan pernyataannya bahwa Anak Manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepalaNya? Jangan keliru mentafsirkan, Ia mengatakan itu untuk meluruskan motivasi murid-muridNya.

Jangan takut hidup dalam kelimpahan, sebab itu kehendak Tuhan bagi kita. Orang kaya sukar masuk surga jika ia terikat dengan kekayaannya itu, dan itu bukan berarti orang miskin akan lebih rohani dan lebih mudah masuk surga. Masuk dalam kerajaan surga tidak ditentukan oleh kaya atau miskinnya kita tetapi ditentukan apakah kita sudah hidup dalam kehendak dan rencanaNya!

Orang kaya sukar masuk surga jika ia terikat dengan kekayaannya, namun kemiskinan juga tak membuat kita lebih rohani.





» Renungan ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetak dari renungan di atas dengan cara mengisi formulir pemesanan.
SPIRIT JUNIOR OKTOBER 2014
"Pantang Menyerah"
Bonus :
Buku Asal Usul


SPIRIT AKTIVITAS OKTOBER 2014
"Berhenti Mengejek"
Bonus :
Kwartet Seri 4


RENUNGAN SPIRIT OKTOBER 2014
"Happy Age"
Bonus HandBook:
Bersahabat dengan Usia


SPIRIT MOTIVATOR OKTOBER 2014
"Good Advice, Bad Advice"
Bonus SmartBook:
Nasihat Melesatkan & Nasihat Menyesatkan

SPIRIT GIRLS OKTOBER 2014
"Why(not)?"
Bonus Cutie Diary:
Tantangan Bukan Rintangan


SPIRIT WOMAN OKTOBER 2014
"Menghukum Dengan Kasih"
Bonus:
Mendidik Tegas Tanpa Keras


SPIRIT NEXT OKTOBER 2014
"Holy not Trendy"
Bonus:
Me & My Idol


SPIRIT PENUAI OKTOBER 2014
"Saling Mencukupkan"
Bonus:
Menjadi Penyeimbang


Buku FAITH BREAKTHROUGH
30 Hari yang Sangat Menentukan
Hidup Anda!

oleh: Petrus Kwik


Buku CAREER BREAKTHROUGH
Mengalami Terobosan
Karir Luar Biasa Dalam 30 Hari

oleh: Petrus Kwik


Buku FINANCIAL BREAKTHROUGH
30 Hari yang
Sangat Menentukan
Keuangan Anda!

oleh: Petrus Kwik