Surat Kristus

kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, ...- II Korintus 3:3
Tuhan disarang penjahat (The Cross and the Switch Blade) adalah judul buku dan film yang menceritakan tentang seorang Nicky Cruz, pemuda asal Puerto Rico. Ketika umur 15 tahun dia dibuang oleh orang tuanya ke New York. Ayahnya adalah seorang tukang sihir dan berhubungan dengan arwah-arwah orang mati. Sebelum usianya mencapai 18 tahun, dia telah menjadi pimpinan gerombolan remaja yang kejam ”Gang Man-Man” dan pekerjaan mereka adalah berkelahi, mencuri dan banyak sekali tindakan kriminal lain yang dilakukan.
Pertobatan Nicky Cruz dimulai saat ia datang di kebaktian yang diadakan oleh pendeta Wilkerson pada bulan Juli 1958. Disitulah hatinya dijamah, Nicky menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Meski jatuh bangun dalam perjalanan imannya, dengan Tim Challenge, wadah pelayanan yang dibentuknya dengan tujuan membawa kembali kehidupan anak-anak muda pada Tuhan, Nicky Cruz telah dipakai sebagai alat-Nya, teladan hidup yang mengilhami dan dorongan baru juga harapan pada remaja dan pemuda untuk diselamatkan.
Kalau seseorang dengan latar belakang yang sedemikian gelap seperti Nicky Cruz bisa dipakai Tuhan luar biasa, tentu saja kita semua juga bisa. Sebagai langkah awal, kita perlu menyadari lebih dulu keberadaan kita sebagai manusia berdosa, menyesali dosa-dosa kita, mengharapkan kasih karunia Tuhan turun ke atas kita dan mengalami pertobatan sejati di dalam Kristus. Lebih jauh, Tuhan ingin memakai kehidupan kita untuk menjadi berkat dan membawa orang lain untuk diselamatkan. Seperti halnya Paulus mengatakan bahwa kita ini adalah surat Kristus yang ditulis dengan Roh Allah yang hidup, seharusnya hidup kita menjadi kesaksian yang baik bagi orang-orang yang ada di sekeliling kita. Keselamatan yang Tuhan anugerahkan kepada kita, bukan untuk kita nikmati sendiri, melainkan perlu kita bagikan kepada orang lain juga. Bukankah indah kalau kita bisa dipakai Tuhan menjadi alat kemuliaan-Nya?
Aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh. - Ayub 29:15
(Amos)
» Renungan ini diambil dari Renungan Harian Spirit
» Anda dapat memesan versi cetak dari renungan di atas dengan cara mengisi formulir pemesanan.

















